09 Juli 2018
KEPALA KANTOR KEMENAG LUWU BAWAKAN MATERI MANASIK HAJI

KEPALA KANTOR KEMENAG LUWU BAWAKAN MATERI MANASIK HAJI

Bajo, (Inmas Luwu) - Memasuki hari keempat Bimbingan Manasik Calon Jama'ah Haji gabungan 3 Kecamatan, yaitu Kecamatan Bajo, Kecamatan Bajo Barat dan Kecamatan Latimojong di Masjid Raya Babussa’adah Bajo, kamis (05/07/18). Hadir sebagai pemateri adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Luwu Drs. H. Jufri, MA, dengan judul materi Kewajiban Pemerintah dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji, Bentuk Pembinaan, Pelayanan dan Perlindungan di Tanah Air dan Arab Saudi.

Dalam materi tersebut beliau mengatakan bahwa memberikan pembinaan dan pelayanan bagi jama’ah haji merupakan kewajiban pemerintah setempat, dimana Kemenag sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk langsung menangani kegiatan haji, agar jama’ah bisa menjalankan ibadah haji dengan sempurna.

“Ada beberapa poin pokok kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan ibadah haji, seperti terkait dengan pelayanan transportasi, akomodasi dan konsumsi sampai ke pemondokan itu kebijakan pemerintah. Termasuk juga pembinaan untuk bimbingan manasik, pembinaan untuk mental, pembinaan untuk hal-hal yang berkaitan dengan penyelesaian administrasi dari mulai pembinaan ibadah yang berlaku di tanah air, di asrama haji, di tanah suci sampai pulang ke Indonesia," jelasnya.

 "Kita harus memastikan layanan haji terus membaik sehingga calon haji khusu’ beribadah. Pelayanan yang bagus membuktikan bahwa pemerintah hadir melayani rakyat seperti yang selalu disampaikan. Pemerintah menjamin bahwa pemondokan untuk calon haji Indonesia minimal setara dengan hotel bintang tiga dan transportasi bagi jamaah yang berada agak jauh dari Masjidil Haram akan disediakan bus keluaran tahun 2016," ungkap beliau.

Tidak hanya itu saja, kebijakan pemerintah dalam hal konsumsi disempurnakan dan disesuaikan di Madinah dan di Makkah.  Calon jama’ah haji memperoleh makanan di Makkah yang dulunya cuma 25 kali sekarang menjadi 40 kali. Di samping itu menjadi syarat utama juru masak calon jama’ah haji Indonesia adalah yang mempunyai kompetensi/ sertifikat di bidang catering dan segala macam bahan bumbu-bumbu beserta minuman-minumannya adalah produk tanah air.

 Perlindungan jamaah haji harus di lindungi oleh Undang-undang agar punya kepastian hukum kalau ada hal yang menemukan ketidak puasan atau yang tidak terlindungi, jadi jamaah haji harus mendapatkan perlindungan secara hukum. Selain itu kebijakan-kebijakan lain pemerintah daerah kabupaten Luwu terkait pelaksanaan ibadah haji dalam proses pemberangkatan dari Belopa sampai Asrama Haji Sudiang di biayai oleh Pemerintah Daerah Kab. Luwu sebagai bentuk tanjung jawab pemerintah melayani masyarakat. (Hjr/aLiL/arf)

Dibaca : 28 kali

0 Komentar