03 Oktober 2017

BATIK SEMARAKKAN UPACARA MTSN 2 BULUKUMBA

Tanete, (Humas MTsN 2 Bulukumba) - Hari ini Senin 2 Oktober 2017 bertepatan Hari Batik Nasional MTsN 2 Bulukumba melaksanakan Upacara rutin yang dilaksanakan setiap hari Senin. Baju khaki yang setiap hari Senin digunakan para ASN, hari ini tidak Nampak, karena semua menggunakan batik sebagai salah satu warisan leluhur yang patut dilestarikan.

Sedikit kita melihat sejarah ditetapkan hari batik nasional, Di dunia luar, batik pertama kali diperkenalkan oleh Presiden Suharto, saat mengikuti konferensi PBB. Meskipun demikian, diakuinya batik sebagai warisan budaya Indonesia oleh dunia, tidak serta merta diperoleh. Batik sempat hampir ditinggalkan oleh masyarakat, termasuk generasi muda. Hingga akhirnya, batik hampir saja diklaim oleh Malaysia. Saat itulah seolah masyarakat menjadi tersadar, bahwa batik adalah warisan leluhur yang harus dilestarikan.

Menghadapi persoalan itu, Pemerintah Indonesia tak tinggal diam. Tahun 2008, pemerintah mendaftarkan batik ke dalam jajaran daftar Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi UNESCO. Setelah diterima secara resmi pada 9 Januari 2009, beberapa bulan kemudian, tepatnya  pada 2 Oktober 2009, UNESCO mengukuhkan batik Indonesia dalam daftar Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi, di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.Batik berhasil diakui dunia internasional sebagai warisan budaya asli Indonesia, di bawah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. (SBY/arf)

Saat ini, batik telah menjadi bagian sehari-hari kehidupan masyarakat Indonesia. Modelnya juga sudah beragam dan mengikuti tren fashion kekinian. Jika dulu warna batik hanya identik dengan coklat dan hitam, maka kini berbagai kombinasi warna-warna lain seperti ungu, merah, hijau hingga kuning, sudah dapat dengan mudah ditemui.

Bertepatan Hari Kesaktian Pancasila (HKP) kemarin 1/10 2017, Dalam sambutannya Kamad MTsN 2 Bulukumba Dra.Hj. Najemiah Nganro, M. Si  menyampaikan bahwa sebagai warga Negara kita patut mengenang para pahlawan yang telah gugur pada peristiwa G30S PKI dan menghargai Pancasila sebagai dasar Negara bangsa Indonesia, meneguhkan komitmen kita agar kita lebih mendalami, lebih menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, sebagai dasar berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, Pancasila merupakan hasil dari sebuah rangkaian proses, yaitu rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945, yang dipidatokan oleh Ir. Soekarno. Kepala madrasah mengajak peserta upacara  untuk bersama-sama menjaga Pancasila.

“Pemahaman dan pengamalan Pancasila harus terus ditingkatkan, baik dalam lingkungan madrasah, masyarakat serta dalam lingkungan keluarga” harapnya. (Msy)

Dibaca : 48 kali

0 Komentar