Sabtu, 9 Juni 2012, 21:41
OPTIMALISASI PERAN MASJID SEBAGAI PUSAT PEMBINAAN UMMAT

Pendahuluan

Keberadaan masjid dalam masyarakat Islam dapat disamakan dengan keberadaan jantung pada tubuh manusia. Jantung itu merupakan sumber tenaga dan kekuatan yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Apabila jantung itu tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka kehidupan manusia itu akan merana bahkan bisa menyebabkan kematian. Demikian juga halnya dengan keadaan masjid di tengah-tengah masyarakt Islam. Karena itu masjid disebut pusat ibadat dan kebudayaan Islam. Artinya masjid harus berfungsi sebagai pusat pengabdian dari kaum muslimin kepada Allah SWT. dan sumber nilai dan motivasi dalam pengembangan muamalah dan kebudayaan Islam pada umumnya.

Betapa pentingnya keberadaan masjid dalam membangun kehidupan dan pengembangan masyarakat Islam dapat kita lihad dari sunnah Rasulullah saw. Pada waktu hijrah, begitu beliau tiba di Madinah maka yang pertama-tama beliau bangun adalah masjid, kemudian mempersatukan dan mempersaudarakan kaum muslimin, Muhajirin dengan Anshar. Masjid dibangun oleh Nabi itu bukan hanya tempat untuk shalat berjamaah, akan tetapi mengemban fungsi-fungsi yang lain sesuai kondisi pada masa itu seperti tempat pendidikan, tempat mendamaikan sengketa, tempat memberikan informasi keamanan, bahkan tempat latihan fisik dan lain-lain. Dari sunnah Nabi tersebut dapat dipahami bahwa masjid tidak hanya tempat shalat, i’tikaf, belajar Al Qur’an/agama dll akan tetapi dapat digunakan untuk membangun berbagai aspek kehidupan duniawi ataupun ukhrawi. Sejarah mencatat tidak kurang dari sebelas peranan yang telah diemban oleh Masjid Nabawi yaitu sebagai :

  1. Tempat ibadah (shalat, zikir dan i’tikaf)
  2. Tempat konsultasi dan komunikasi (masalah ekonomi, sosial budaya)
  3. Tempat pendidikan dan dakwah
  4. Tempat santunan sosial
  5. Tempat latihan militer dan persiapan alat-alatnya
  6. Tempat pengobatan para korban perang
  7. Tempat perdamaian dan pengadilan sengketa
  8. Aula dan tempat menerima tamu
  9. Tempat menawan tawanan, dan
  10. Pusat penerangan dan pembelaan agama
  11. Tempat pidato pelantikan Khalifah.
  12. Peranan Masjid Dewasa Ini

Dewasa ini, masjid harus difungsikan secara optimal sesuai dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat kita. Beberapa hal yang harus diperankan oleh masjid adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai Tempat Ibadah Shalat, Zikir dan I’tikaf.Sejak dahulu sahalat berjamaah dan shalat jum’at dipusatkan di masjid. Begitu pula majelis-majelis zikir secara berkelompok dan i’tikaf di bulan Ramadhan.
  2. Tempat Kegiatan Dakwah dan Pendidikan.Dakwah bukan hanya dalam bentuk khotbah tetapi juga berupa ceramah, diskusi dan majelis taklim. Sedangkan pendidikan yang harus dikembangkan di masjid adalah : pengajian dasar al Qur’an dan pengajian lanjutan (tajwid dan lagu) serta pembacaan kitab-kitab agama (spt kitab kuning).
  3. Perpustakaan dan Taman Bacaan.Hal ini perlu diadakan untuk meningkatkan semangat membaca. Bukankah ayat yang pertama turun adalah iqra’ artinya : bacalah. Kualitas keagamaan kita dipengaruhi oleh kegemaran membaca buku-buku agama.
  4. Bimbingan dan Penyuluhan Agama (guidance and counceling). Yaitu untuk membantu para remaja / pemuda yang mengalami masalah mental/spiritual, sebagai akibat dari polusi budaya dan pengaruh negatif kehidupan modern, seperti narkoba, HIV/AIDS dll. Dewasa ini dirasakan perlunya ada pembimbing spiritual dari para ulama untuk mengatasi masalah-masalah kejiwaan yang dialami oleh pemuda/remaja kita.
  5. Pembinaan Remaja Masjid.Remaja masjid harus dibina dan dikader sebagai generasi pelanjut, baik dalam pengelolaan masjid seperti menjadi protokol masjid, muadzin, imam shalat maupun untuk mengembangkan bakat dan minat mereka dalam organisasi, olahraga dan seni budaya, termasuk seni bela diri ataupun latihan pengembangan tenaga dalam.
  6. Pengelolaan Zakat. Dengan lahirnya UU No.38 th.1999 tentang pengelolaan zakat, maka seharusnya masjid-masjid memiliki pengurus tetap yang menangani zakat; jadi bukan hanya sebagai panitia seperti selama ini sebab panitia sifatnya hanya sementara. Zakat harus dikelola secara profesional dan berkesinambungan.
  7. Pembinaan Calon Haji. Menurut pengalaman dan berbagai informasi, jemaah haji Indonesia sangat rendah pengetahuannya tentang manasik haji. Seharusnya hal ini diatasi dengan cara pembinaan calon haji di masjid.
  8. Pembinaan Kegiatan Sosial, Kesehatan Lingkungan dsb.

    a. Pemberian santunan fakir miskin melalui ZISb. Pembinaan masyarakat dhuafa’ seperti tukang becak c. Penyelenggaraan pengurusan jenazah (memandikan, mengkafani, dan menshalatkan). Untuk itu masjid perlu ada ruang khusus tempat memandikan jenazah, keranda/usungan dan mobil jenazah. Bahkan di masjid perlu disediakan kain kafan dan tenaga yang mahir manangani tugas-tugas tsb (memandikan, mengkafani, menshalatkan dan menguburkan.

  9. Pembinaan Ekonomi LemahPengusaha kecil, pedagang kaki lima, penjual di pasar dan wiraswastawan perlu diberi pembinaan dengan jalan pemberian informasi pasar, kiat-kiat berusaha, tatacara memperoleh kredit di bank dll yang dapat dilakukan melalui masjid atau membangun Koperasi Masjid.
  10. Pembinaan Administrasi dan Keuangan Masjid. Managemen masjid harus dilakukan dengan baik, amanah, transparan dan tertib. Kepercayaan jamaah terhadap Pengurus Masjid sangat menentukan keberhasilan suatu masjid dalam melaksanakan programnya. Karena itu pembinaan administrasi dan keuangan harus dikelola dengan baik dan dilakukan penyempurnaan terus menerus.

Penutup

Berhasil tidaknya upaya mengoptimalkan peranan masjid dalam pembinaan umat sangat tergantung pada kesadaran dan pelaksanaan tugas para Pengurus Masjid. Oleh karena itu diharapkan agar kepengrusan masjid diperkuat dan dimantapkan. Untuk itu susunan organisasi Pengurus Masjid harus disusun sedemikiaan rupa sehingga dapat menangani dan menfasilitasi aktivitas seperti tersebut diatas. Selain itu kesadaran dan partisipasi jamaah sangat diperlukan. Dengan kata lain, pengurus dan seluruh jamaah masjid harus terjalin kerjasama dan pengertian yang baik untuk memakmurkan masjid. Dalam Qur’an dikatakan “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah…” (QS.At Taubah 18). Selain dari itu seluruh warga di sekitar masjid tanpa memandang kepada golongan, organisasi ataupun paham agamanya, harus diikut sertakan dalam memakmurkan masjid sehingga akan terwujud pribadi-pribadi dan masyarakat yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. hidup rukun dan damai, sejahtera lahir dan batin.

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.097069 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.64
Jumlah pengunjung: 984256
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.