14 Maret 2019
Kakankemenag Harap Perakit Soal PAI SD Tuangkan Ide Baru yang Inovatif

Kakankemenag Harap Perakit Soal PAI SD Tuangkan Ide Baru yang Inovatif

Sinjai (Inmas Sinjai)- Menjelang Pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Sekolah Dasar Tahun Pelajaran 2018/2019, Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai dan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG- PAI) SD melaksanakan  pertemuan sebagai  persiapan pembentukan tim perakit dan penyusun soal USBN untuk mata pelajaran PAI. bertempat di Aula Kantor Kemenag, Kamis (13/3/19)

Pertemuan yang dibuka Kakankemenag H. Abd. Hafid  di Aula Kantor Kemenag, Kamis (13/3/19)dihadiri Kasi PAIS, Pengawas dari Dinas Pendidikan Kab. Sinjai, Pengawas PAI Kemenag Sinjai serta pengurus Kelompok,Kerja Guru PAI SD se Kab.Sinjai.

Dalam arahanya, Kakankemenag meminta kesiapan seluruh guru PAI SD yang tergabung dalam KKG menghadapi USBN. "Tentu sudah menjadi keinginan semua guru untuk meningkatkan kualitas nilai anak didik kita khususnya dalam Mata Pelajaran (Mapel) PAI. Untuk itu mari kita bersama-sama menyamakan persepsi untuk mewujudkannya," pintanya.

Dikatakan dengan pertemuan seperti ini kita akan menyepakati bahwa pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional  mengacu pada ketentuan yang ada seperti soal harus mengacu dengan kisi-kisi yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Agama Khusus mata Pelajaran PAI” tegasnya

Olehnya itu, melalui pertemuan ini jdiharapkan  guru-guru PAI SD bisa menuangkan ide-ide baru atau inovasi dalam pembelajaran PAI tingkat SD. Melalui hal tersebut maka kita bisa membantu pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di Kab. Sinjai.

Terkait persiapan penyusunan soal tentunya KKG telah mempersiapkan tim untuk menyusun atau merakit soal. Olehnya itu, kepada tim perakit soal yang  dipercaya  untuk menyusun naskah soal Ujian  agar senantiasa menjaga profesionalitas, kepribadian, keteguhan hati, etika dan amanah untuk merahasiakan dan  tidak membocorkan kepada siapapun dan pihak manapun serta dalam bentuk apapun soal-soal yang telah dirumuskan.

“Mari kita bertanggung jawab yang dikkemas dalam bentuk amanah. Jika ini dilakukan maka anak didik kita  akan bangga dengan apa yang diberikan selama ini,” tutupnya. (fat)

.

Dibaca : 58 kali

0 Komentar