15 Maret 2019
KEPALA KUA BENTENG, SUSCATIN WAJIB BAGI YANG HENDAK MENIKAH

KEPALA KUA BENTENG, SUSCATIN WAJIB BAGI YANG HENDAK MENIKAH

Benteng ( Inmas Selayar ), Kepala KUA Benteng dalam hal ini H. Hayuddin,S.Ag kembali melakukan SUSCATIN bagi pasangan yang akan menikah Kamis 14 Maret 2019 bertempat di aula Kantor Urusan Agama pukul 09.00 wita.

Kepala KUA Benteng mengungkapkan bahwa Kursus calon pengantin ( SUSCATIN ) wajib dilakukan bagi pasangan yang ingin menikah di KUA. SUSCATIN dilakukan oleh Petugas Penyuluh Agama Islam yang bertugas di KUA masing-masing. Kegiatan ini besar manfaatnya untuk mencapai kehidupan berumah tangga yang sakinah ( kedamaian, ketenangan, tentram dan aman), Mawaddah (cinta dan saling mencintai), dan Wa’rahmah (kasih sayang).

Manfaat lain dalam pelaksanaan Suscatin kepada pasangan calon pengantin baru ini, mereka memperoleh pembekalan rohani dan spiritual sebelum melangsungkan pernikahan. Suscatin dilaksanakan 10 hari sebelum hari pelaksanaan pernikahan yang sudah ditentukan sebagai dispensasi waktu bagi mereka.

Suscatin dilaksanakan oleh KUA wajib diberikan kepada setiap pasangan calon pengantin yang hendak menikah. Tujuannya untuk memastikan sejauhmana administrasi kelengkapan berkas persyaratan pernikahan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran (AK), serta segala persyaratan yang ada kaitannya dengan menyesuaikan pembuatan Surat Nikah/Surat Numpah Nikah (N.A.), sekaligus juga memastikan siapa wali nikahnya nanti.

Untuk diketahui bagi pasangan calon pengantin yang menikah di KUA, jelasnya harus cukup umur, terutama bagi seorang perempuan berumur 16 tahun keatas. Sedangkan prianya telah berusia 19 tahun keatas.

Apabila kedua calon pengantin ini belum cukup umur, yakni masing-masing perempuan berusia dibawah 16 tahun dan prianya berusia dibawah 19 tahun maka mereka wajib mendapat izin dari Pengadilan Agama (PA).

Lebih jauh pihak KUA juga melakukan penilaian terhadap wali nikahnya, terutama dari pihak calon pengantin perempuan yaitu orang tua kandungnya/walinya yakni ayah/kakek/paman (pihak ayah), atau juga bagi mereka yang menggunakan Wali Hakim untuk sahnya perkawinan. Terkait Wali Hakim dalam suatu perkawinan, sebutnya ada Wali Nasab yakni ayah/kakek/paman (pihak ayah) dari pihak calon pengantin perempuan, serta keberadaan Wali ‘Adol (‘Adhal) sebagai wali hakim.

Kepala KUA H. Hayuddin mengungkapkan bahwa Pembekalan kursus bagi calon pengantin (Suscatin) ini, malah sudah lama berlangsung sejak diundangkannya Undang-Undang Perkawinan di Indonesia. ( nwh/wrd )

Dibaca : 42 kali

0 Komentar