24 April 2019
Pontren IMMIM adakan Seminar Internasional bersama Daptio High School Australia

Pontren IMMIM adakan Seminar Internasional bersama Daptio High School Australia

Makassar (Inmas Makassar) —Pondok Pesantren kembali menguatkan kerja samanya dengan lembaga pendidikan lainnya terutaa lemabaga pendidikan di Luar Negeri. Bentuk kerja sama tersebut terlihat dengan pelaksanaan Seminar Internasional bertajuk Penggunaan Technologi Dalam Pengajaran Dan  Pembelajaran di Era Industri 4.0 yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Modern IMMIM kerjasama Daptio High School (DHS) Australia di Aula Pesantren Modern IMMIM Putra Tamalanrea, Makassar, Ahad (21/4/2019)

Lima pembicara dari Dapto High School Australia dan 150-an peserta  utusan Forum Ukhuwah Pengelola Pondok Pesantren Indonesia (FUPPPI), dosen dan guru-guru hadir dalam seminar tersebut. Turut hadir pula Ketua Umum YASDIC IMMIM Ir. H. M. Ridwan Abdullah, M.Sc, sejumlah Pengurus DPP IMMIM, Ketua YASDIC  Unit Pesantren Ir. Hj. Nurfadjeri FL, M.Pd,.

Ir. H. M. Ridwan Abdullah, M.Sc dalam sambutan pembukaan sangat apresiasi yang tinggi kepada panitia, dalam hal ini Ketua YASDIC Unit Kepesantrenen, Ir Hj Nurfadjeri FL,M.Pd atas inisiasi Seminar Internasional ini. Penghargaan yang tidak kalah pentingnya kepada seluruh pembicara dari Australia atas kesediaannya hadir di Pesantren IMMIM. Demikian pula atas kehadiran pengelola pesantren di Sulsel.

Ridwan menegaskan, di era disrupsi sekarang ini, semua elemen harus berusaha mengikuti perubahan yang terjadi. “Jika tidak ikut berubah sesuai perkembangan zua aman, maka pasti akan tertinggal. Hanya pilihan, tertinggal atau ikut maju mengikuti zaman.” jelasnya.

Kelima pembicara dari Dapto High School Australia itu, Jill Jones, Michelle, Lisa Cosgrove, Dave Batemen dan Andrew. Bertindak moderator sekaligus penerjemah, Dr. H. M. Ishaq Shamad, M.A yang juga Sekjen DPP IMMIM. Ishaq Shamad menjelaskan kelima pembicara, sangat antusias melihat semangat peserta seminar mengikuti paparan setiap materi. Salah satu pemateri Mr. Andrew yang juga Kepala Sekolah Dapto High School, menyampaikan kekagumannya pembinaan yang dilakukan pesantren IMMIM.

Setelah beberapa hari memantau kegiatan akademik dan ekstra kurikuler santri di Kampus I IMMIM Tamalanrea dan Kampus II, Moncongloe, Maros Pesantren, Andrew sangat terkesan, santri IMMIM begitu menghormati guru-guru. Usai mengajar, kata Andrew, para santri salaman dan cium tangan para gurunya. Hal seperti itu susah didapatkan di Australia. Selain itu, santri juga rajian olahraga sehingga jasmaninya sehat.

Berbeda dengan siswa Dapto High School di Australia,anak didiknya banyak yang kegemukan dan (gendut) serta addicted dengan handphone. Penjelasan Adrew itu dikemukakan, menjawab pertanyaan peserta seminar tentang tantangan yang dihadapi di sekolahnya di DAPTO High School Australia. (riz/wrd)

Dibaca : 49 kali

0 Komentar