25 April 2019
Kakan Kemenag Makassar Kagumi Pembukaan STQH XXXI Tana Toraja

Kakan Kemenag Makassar Kagumi Pembukaan STQH XXXI Tana Toraja

Makassar (Inmas Makassar) - Perlombaan STQH XXXI Tahun 2019 yang berlangsung di Tana Toraja menjadi ajang lomba yang memberi kesan tersendiri bagi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar. Bagaimana tidak selain karena tempat pelaksanannya berada di kabupaten yang diketahui mayoritas penduduknya memeluk agama Kristen dan Katolik, juga karena acara pembukaannya yang begitu meriah dengan menampilkan berbagai peragaan yang tetap mempertahankan nilai budaya Tator.

Kakan Kemenag Kota Makassar, H. M. Arsyad Ambo Tuo mengagumi apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tana Toraja upayanya mensukseskan perhelatan Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadis (STQH) dengan melibatkan seluruh unsur baik Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), Pemuka Agama, Pemuka Adat, Tokoh Masyarakat serta masyarakat secara umum. Tak kalah menakjubkannya lagi, yang telibat dalam kemeriahan pembukaan ini, di dalamnya tergabung tiga agama yang ada di Kabupaten Tana Toraja, yaitu Kristen, Katolik, dan Islam.

WhatsApp Image 2019-04-24 at 18.38.36 (1)

Pembukaan ditandai dengan pemukulan beduk secara bersama-sama oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaeman, Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae, dan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI H. Muhammadiyah Amin serta disaksikan oleh Kakanwil Kemenag Sulsel, yang oleh Ketua Panitia Yunus Sirante menyebutnya sebagai Beduk Getaran Sukma Ilahi.

H. M. Arsyad lebih lanjut mengungkap kekagumannya saat dilantunkannya ayat suci Alquran di tengah Kota Makala yaitu di Plaza Kolam Renang Makale yang selama ini sebagai tempat pusat kegiatan sekaligus tempat kebanggan masyarakat Makale. Tak tanggung-tanggung lantunan ayat suci menggema dengan indahnya yang diperdengarkan kepada seluruh masyarakat Tana Toraja dan para undangan yang hadir.

WhatsApp Image 2019-04-24 at 18.37.05 (1)

"Inilah bukti nyata bentuk kerukunan yang diperlihatkan oleh pemerintah Tana Toraja, begitu menghargainya perbedaan yang ada" ungkapnya saat berada di tengah para undangan yang hadir menyaksikan acara pembukaan, Selasa (23/4/2019). Hal tersebut dikemukakannya saat penampilan Parade Keumatan yang pesertanya terdiri atas pengurus gereja dan imam masjid, sebagaimana disampaikan oleh Master of Ceremony.

Selain itu hal yang patut diapresiasi saat menyanyikan lagu Mars STQH, dimana grup vokal terlihat jelas perbedaan namun melahirkan suara yang indah dan merdu. Perbedaan tersebut terlihat dengan adanya sebagian yang mengenakan jlibab dan lainnya tidak berjilbab. Oleh salah seorang panitia lokal, Jumarlin menyebutkan bahwa peserta grup vokal tergabung di dalamnya tiga agama, yaitu Kristen, Katolik dan Islam, ungkapnya. (syh/wrd)

WhatsApp Image 2019-04-24 at 18.37.04

 

Dibaca : 48 kali

0 Komentar