02 September 2019
1 MUHARRAM 1441 H MOMENTUM DALAM PERUBAHAN DZAHIR BATIN

1 MUHARRAM 1441 H MOMENTUM DALAM PERUBAHAN DZAHIR BATIN

 

Sejak peristiwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berhijrah dari Makkah ke Madinah dengan alasan situasi yang tidak membuat nyaman waktu itu di Makkah. Dasar itulah yang menjadi alasan utama para sahabat termasuk Sayyidina Umar bin Khattab ra yang menjabat sebagai khalifah waktu itu.

Penetapan kalender hijriyah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari berkisar 29-30 hari. Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan firman Allah Subhana Wata'ala: 

“ Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. ” At Taubah: 36

 Hijrah merupakan maqam pertama secara dzahir yang harus dilalui oleh seorang hamba yang ingin melakukan perubahan dirinya. Sedang maqam batinnya diawali dengan niat lillahi ta'ala karena tanpa sokongan Maha Penggerak Hati mustahil dapat dilakukan perubahan itu. Sesuai dengan hadits Nabi Saw.

 Sesungguhnya syahnya suatu amal perbuatan tergantung dari niat. Barang siapa yang berhijrah karena Allah dan Rasulnya, maka hijrahnya pun akan sampai ke Allah dan Rasulnya. Barang siapa yang berhijrah karena dunia, maka hijrahnya pun akan sampai kepadanya. 

Kata hijrah sering dimaknai adalah perubahan atau perpindahan dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Perubahan itu adalah sebuah kewajiban karena perintah Allah sesuai dengan QS. Ar-Rad :11

 "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka”

Perubahan atau perpindahan tidak akan terwujud bila tidak dimulai dengan ibda binafsihi. Ibda binafsihi ini tidak memiliki kekuatan jika tidak digerakkan oleh penggerak utama. " Kullu muharrikin lahu muharrikun".

Penulis : ABDURRAHIM HADI (Kamad MTs DDI Ujung Lero)

Dibaca : 173 kali

0 Komentar