28 September 2018
Ditemani Lampu Penerangan Dari Aki Motor, Warga Tanete Bulu Ikuti Tausiyah

Ditemani Lampu Penerangan Dari Aki Motor, Warga Tanete Bulu Ikuti Tausiyah

 
Pembinaan keagamaan warga Tanete Bulu diawali dengan tausiyah oleh Kasi Bimas Islam H. Hasanuddin yang dipusatkan di Mesjid Hidayatullah sejak selepas shalat magrib (Selasa, 25/09/2019). Masjid Hidayatullah yang dibangun tahun 2009 dengan luas 10x15 ini hanya berlantai semen dialasi terpal dengan dinding dari seng bekas dan papan. Dengan penerangan seadanya,  tim Bimas Islam berbaur dengan warga yang hampir memenuhi masjid dengan suasana kekeluargaan. Sejak awal kedatangan tim, warga dusun Tanete yang dihuni sekitar 41 kepala keluarga ini sudah menyambut dengan hangat ketika mengetahui kedatangan rombongan Bimas Islam Kemenag Maros. Mereka saling memberi informasi atas adanya program kegiatan yang dilangsungkan di Mesjid.

Selepas magrib, meskipun cahaya lampu tidak cukup untuk menerangi sudut-sudut masjid karena penerangan hanya lampu Led 10 watt yang disambung dari aki motor warga, namun warga tetap memperhatikan materi yang disampaikan. Penyampaian pertama diawali pengantar oleh Kasi Bimas Islam, H. Hasanuddin, S.Hi. Kesempatan ini dimanfaatkan Kasi Bimas dengan mengajak warga untuk mensukseskan program pembinaan ini dalam bentuk dukungan dan kerjasama dari warga. Menurutnya, jika warga mendukung dengan memberikan perhatian tentu tujuan pembinaan ini akan berhasil, yakni bagaimana menambah pengetahuan dan pengamalan keagamaan warga Dusun Tanete Bulu.

"Dengan adanya Desa Binaan, khususnya Dusun Tanete ini, maka program Bina Keagamaan yang dilaksanakan pihak Kemenag, upaya pembinaan semakin terarah dan langsung pada sasaran pembinaan keagamaan. Selain itu beberapa bentuk penyaluran bantuan bisa tersalurkan karena sudah menjadi kebutuhan warga disini", ungkapnya. H. Hasanuddin selanjutnya menyerahkan bantuan berupa Kitab Suci Al Quran, buku buku Agama Islam layak baca dan busana muslim.

Di akhir penyampaiannya, H. Hasanuddin mengatakan bahwa pada prinsipnya pihak Kemenag membentuk program ini tidak akan berhenti dengan selesainya program ini. Tetapi berkelanjutan dengan mengedepankan keberhasilan program yang dirasakan langsung warga. Sambutan mewakili tokoh masyarakat disampaikan oleh Andi Anshar. Andi Ansar dikenal sebagai pelopor pertama pendidikan di Desa Bonto Manurung. Andi Anshar menyambut baik Rencana Bimas Islam Kemenag Maros untuk membuat program Desa Binaan Khususnya Dusun Tanete Bulu. "Kami menyambut baik program desa binaan ini. Dengan ini warga bisa leluasa menyampaikan keluhan khususnya masalah pendidikan Islam yang paling dasar yakni program baca tulis Al Quran dengan tajwid dan lagu". Andi Ansar juga menyampaikan harapan agar di sekolahnya ada tenaga pengajar tambahan dengan perekekrutan tenaga pengajar lokal. Dusun ini sangat dikenal dgn istilah 3T (tertinggal, terbelakang dan terjauh).

Berikutnya, taushiyah dibawakan oleh dua orang dai bergantian yaitu Ust H. Syamsuddin Caco, S. Ag dan Ust Haruna Yusuf, S. Ag. Taushiyah pertama oleh Ka KUA kec. Bantimurung sekaligus ketua Ikatan Persaudaraan Qari Qariah Kab Maros. Ust Syamsuddin mengingatkan kembali dua tujuan Allah menciptakn manusia: 1. Menyembah kepada Allah, 2. tugas manusia sebagai Khalifah. Ust Syamsuddin Caco memotivasi warga untuk menuntut ilmu setelah itu baru kembali membangun desa. Sementara taushiyah Ust Haruna S. Ag berkaitan tentang masalah thaharah, yaitu cara bersuci yang baik dan benar seperti istinja, mandi wajib dan mandi sunnat.

Usai Shalat Isya, kajian dilanjutkan berupa pendalaman materi yang telah dibawakan sebelumnya. Kajian dibagi jadi 6 kelompok kecil dengan pembimbing, yaitu: 1. klompok I terdiri dari orang tua sebanyak 6 orang, dibimbing oleh Ust Haruna Yusuf S Ag dengan tema thaharah, Kelompok anak-anak sebanyak 12 orang dibimbing oleh Alimuddin, S Ag dengan tema Wudhu, Klompok III terdiri dari Wanita dewasa 3 orang, dibimbing oleh Drs. Muh. Jufri dengan tema Al Quran, Kelompok IV, terdiri dari 5 wanita dewasa, dibimbing oleh Rodhi Al Hafied, dengan tema Wudhu, Kelompok V, juga terdiri dari wanita dewasa sebanyak 5 orang, dibimbing oleh Suharman dengan tema Hadats dan Najis , Kelompok VI, Ibu-ibu dewasa 7 orang, dibimbing oleh Bunda Ratna dengan tema Istinja, dan Kelompok VII, laki-laki dewasa 3 orang, dibimbing ust Umar Tonggo, S. Ag dgn tema Pentingnya Surat Al Fatihah.

Dibaca : 561 kali

0 Komentar