12 Oktober 2018
40 Pengungsi Palu Berada di Pongkeru Malili mendapat perhatian Kemenag Lutim

40 Pengungsi Palu Berada di Pongkeru Malili mendapat perhatian Kemenag Lutim

Malili, (Inmas Lutim) - Bencana Alam Gempa dan Tsunami yang menimpah provinsi tetangga Sulawesi Tengah tepatnya di Kota Palu, Kab. Sigi dan Donggala Juma’at 28 September 2018 dengan kekuatan 7,4 Skala Rikter berdasarkan data BMKG menggerkan masyarakat.

Tidak hanya di Skitaran Palu, Kabupaten Luwu Timur pun juga merasakan getarannya hingga 4 SR, hal ini membuat sebagian besar penduduk Indonesia turu berbeasungkawa atas bencana yang menimpah kota Palu dan Sekitarnya yang kini menelan korban jiwa sampai saat ini mencapai sekitar 2.045 orang (Liputan6.com)

Kini Pemerintah, Organisasi Mahasiswa, Ormas, berbondong-bondong melakukan aksi kemanusiaan bebrapa minggu terakhir ini, termasuk Kementerian Agama RI dalam hal ini juga melakukan penggalangan bantuan di setiap satkernya, baik Kanwil, Kankemenag, Madrasah, Pondok Pesantren dan sebagainya di Seluruh Indonesia.

Abu Bakar Abbas selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu Timur pun melakukan penggalangan dana, pakaian layak pakai, sembako dan lainnya, namun berbeda dengan yang lain, melalui ini Kankemenag Lutim selain mengirimkan langsung bantuan ke Sulteng, juga fokus memberikan bantuan langsung kepada Pengungsi yang masuk ke Kawasan Malili dan sekitarnya.

Melalui informasi Kepala MIS Pongkeru Patimasang bahwa di Pongkeru Kecamatan Malili terdapat pengungsi dari Palu dan Donggala sebanyak 40 orang dengan terbagi di 4 titik, yang masing masing dari mereka menumpang pada keluarga mereka.

Melihat Kondisi tersebut, Kepala Sub Bagian Tata Usaha H. Muh. Yunus senin (08/10/18) yang mendapatkan mandat ditemani Kasi Pendis St. Rabiah, Kasi Bimas Islam Akhwan, Kamad Darul Ulum As’Adiyah Syamsul Ajida, Kamad MIS Pongkeru Patimasang  dan beberapa Staf Kankemenag, langsung turun ke tempat pengungsi tersebut mendengarkan keluhan, mendengarkan kronologi kejadian tanah yang menggulung daerah mereka dan memberikan bantuan yang tengah dikumpulkan kepada mereka.

 “Alhamdulillah dengan mengantarkan langsung bantuan, dan bertatapan langsung dengan mereka dan mendengarkan cerita mereka tentang kejadian itu sangat menyentuh dan membuat kita meneteskan air mata, semoga bantuan teman-teman banyak sedikitnya dapat meringankan beban mereka”kata yunus.

Sebagai harapan kita semua, semoga mereka yang sudah keluar dari zona bencana atau yang berada di sekitaran kita sebagai pengungsi juga dapat tersentuh oleh kita semua, sehingga dapat meringankan beban mereka.

Rencananya Kementerian Agama Kabupaten Luwu Timur akan tetap melakukan penggalangan dana dan menyalurkannya kepada para pengungsi yang masuk ke wilayah Luwu Timur. (dyt/arf)

Dibaca : 100 kali

0 Komentar