06 Desember 2018
Kemenag Maros Gelar Peringatan Maulid Nabi SAW

Kemenag Maros Gelar Peringatan Maulid Nabi SAW

Kementerian Agama Kab. Maros menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Rabu, 5 Desember 2018 di halaman Kantor Kemenag Maros. Acara yang dimulai 09.30 ini dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Prov. Sulsel beserta beberapa kepala bidang, Asisten I Pemkab Maros yang mewakili Bupati dan beberapa organisasi perangkat daerah, Polres Maros, Kodim 1422, Majelis Ulama, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, para Kepala Seksi Kemenag, Kepala KUA , Kepala Madrasah negeri dan swasta, Perbankan, tokoh masyarakat serta Karyawan Kemenag Maros. Sementara Hikmah Maulid diantarkan oleh Dr. Anshar Taufiq, MA. Peringatan maulid tahun ini mengangkat tema "Akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai Spirit Dalam Mewujudkan Revolusi Mental".

Ketua Panitia Maulid H. Muhammad Sunusi dalam laporannya mengatakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini hanya membutuhkan perencanaan selama seminggu akan tetapi karena kecintaan kepada Rasulullah maka panitia segera bergerak untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan maksimal. "Acara berlangsung di halaman Kantor Kemenag Maros dalam suasana yang sederhana mencontoh kesederhanaan Rasulullah. Insya Allah pada tahun mendatang mudah-mudahan peringatan maulid Nabi SAW bisa dilaksanakan ditempat yang lebih representatif", harapnya.

Sementara itu, Kakan Kemenag Maros Drs. H. Syamsuddin, M.Ag saat memberikan sambutan mengatakan bahwa peringatan maulid Nabi Saw ini kembali dilaksanakan setelah vakum selama 4 tahun. Bahkan dirinya mengisyaratkan kalau kehadirannya memberikan sambutan adalah yang terakhir kalinya karena tahun depan akan memasuki masa pensiun. "Pada peringatan maulid tahun ini saya mengundang bapak ibu sekalian. Tetapi tahun depan insya Allah saya tinggal menunggu undangan. Karena tahun depan saya akan kembali menjadi remaja masjid", jelasnya disambut senyum para hadirin. Kakan Kemenag Maros juga menyampaikan capaiannya selama lebih kurang lima tahun menjabat sebagai kepala kantor Kementerian Agama. Diantaranya adalah mengerahkan penyuluh agama menembus daerah terpencil di maros untuk melakukan pembinaan ke masyarakat seperti di Dusun Tanete Bulu Desa Bonto Manurung Kec. Tompobulu. Termasuk juga sinergitas dengan Pemkab Maros baik dalam bidang pendidikan madrasah, pelaksanaan ibadah haji dan rencana bantuan pembangunan Gedung Kantor Kementerian Agama Maros.

Kepala Kantor Kemenag Prov. Sulsel H. Anwar Abu Bakar saat diminta memberi sambutan berpesan, selaku ummat Nabi Muhammad agar senantiasa intrspokesi diri dan menjadikan Nabi sebagai suri tauladan. "Jangan sampai nanti kita mau masuk ke barisan Rasulullah SAW tetap kita tidak diakui sebagai umat Rasulullah. Untuk itu kita harus mengenal Rasulullah baru bisa mencintai Rasulullah. Setelah kita kenal, baru kita mengenalkan Rasulullah" ungkapnya. Ditambahkannya bahwa negara memberikan tugas dan tanggung jawab kepada Kementerian Agama untuk memberikan pelayanan kepada semua pemeluk agama sehingga tidak boleh ada yang tidak terlayani. Diakhir sambutannya, Kakanwil berpesan agar senantiasa menampilkan Islam yang damai, menjaga persatuan dan kesatuan.

Asisten I Pemkab Maros yang membacakan sambutan tertulis Bupati Maros H.M. Hatta Rahman mengapresiasi antusiasme umat islam dalam upaya meningkatkan nilai-nilai keagamaan dengan menjadikan sosok Nabi Muhammad SAW sebagai teladan. Menurutnya, Peringatan Maulid selalu kembali ke masa kelahiran Nabi, masa perjuangan Islam. Peringatan Maulid merupakan momentum strategis dalam mengambil pelajaran sejarah perjuangan dan kepemimpinan. "Saatnya mulai memperingati maulid lebih mendalam, bukan hanya seremonial tetap introspeksi diri sudah sejauh mana mengikuti Nabi SAW", tambahnya.

Pada sesi tausiyah, Dr. Anshar Taufiq, MA mengawali dengan mengajak peserta mencintai Rasulullah SAW dengan bersalawat kepadanya. Dijelaskannya bahwa setiap perintah Allah itu semuanya untuk dilaksanakan oleh hamba-NYA. Tetapi untuk perintah shalawat, Allah juga bershalawat kepada Rasulullah SAW. Dalam ceramahnya selama lebih kurang satu jam, Dr. Anshar Taufiq menceritakan sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW hingga perjuangan islam, membangun keluarga, masyarakat dan negara dengan akhlak yang sangat agung. Menjelang shalat dluhur, acara selesai yang ditutup dengan silaturahim dan pembagian bingkisan khas peringatan maulid.

Dibaca : 13 kali

0 Komentar