11 Januari 2019
Lantik JFT Penyuluh Agama Islam,Begini Nasehat Kakan Kemenag

Lantik JFT Penyuluh Agama Islam,Begini Nasehat Kakan Kemenag

Palopo, (Inmas Palopo) - Untuk memantapkan regulasi yang ada mengenai Tupoksi para Penyuluh Agama yang ada pada lingkungan Kantor Kementerian Agama  kota Palopo, kamis, (10/01/19) berlokasi di Aula Kantor kemenag kota Palopo 15 penyuluh se kota Palopo menjalani proses pelantikan sebagai JFT Penyuluh.

Proses pelantikan/pengambilan sumpah jabatan di lakukan oleh Kakan Kemenag Kota Palopo Drs.H.Usman,M.Ag, 15 penyuluh yang dilantik sbb:
1. Muhammad Ishak,S.Ag
2. Anwar Mullu, S.Ag, M.pd
3. Nuraeni,S.Ag
4. Fitri,S.Ag
5. Yusri Al Ihsan,S.Ag
6. Dra.Jumriah
7. Hasna,S.Ag
8. Misbahuddin,S.Pd.i
9. Siti Hadidja Hamid,S Ag
10.Saberiah,S.Ag
11.Nurhawati,S.Pd.i
12.Bungadia,S.Ag
13.Dra.Masnaria
14.Mus Muliadi,S Ag
15.Rahmaton,S.A.g

Dalam sambutan Kakan kemenag kota Palopo H.Usman menekankan pentingnya tugas - tugas penyuluh, oleh karena itu pelantikan tersebut sebagai regulasi yang harus di jalankan dan juga sebagai penyegaran serta pengingat tanggung jawab sebagai penyuluh di tiap - tiap wilayah kecamatan se kota Palopo.

Dari hasil pengamatan beliau, penyuluh Agama di wilayah kepemimpinannya sangat aktif dengan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya pada masyarakat.beliau berpesan pada seluruh penyuluhnya tentang pentingnya pendeteksian aliran - aliran sempalang yang dapat merasahkan ketentraman dalam masyarakat.

Dalam menangani hal tersebut perlu di lakukan pendekatan - pendekatan Sosial agar penganut aliran tersebut dapat ke luar dan kembali pada ajaran agama yang benar. H.Usman mengingatkan perlu adanya kewaspadaan dan antisipasi agar tidak terjadi di wilayah kota Palopo ini.

Menurutnya kondisi kota palopo di tahun 2019 ini sangat baik kondusif dan aman, itu berarti penyuluh bekerja dgn baik artinya ada sinergisitas antara kemenag dengan pemerintah kota,beliau berharap citra kinerja penyuluh yang sudah baik ini senantiasa di tingkatkan sehingga tdk ada lagi gesekan - gesekan dalam masyarakat.

Beliau juga tekankan untuk menjaga kebersamaan dan toleransi sehingga masyarakat dapat hidup rukun, tenang dan dapat bekerja, beraktivitas dgn baik. Sebagai penyuluh adalah ujung tombak kemenag dalam mewujudkan kehidupan yang damai,tentram berdasarkan nilai - keagamaan agar tercipta kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Di akhir sambutannya beliau menginformasikan mengenai kesejahterahan para penyuluh non asn yang akan di tingkatkan kesejetrahannya dari 500 ribu menjadi 1 juta mengingat beratnya kerja yang di emban para penyuluh tersebut. (Rdp/arf)

Dibaca : 109 kali

0 Komentar