20 Februari 2019
Di Hadapan Kakan Kemenag, Penyuluh Agama Islam Ini Sebut Kematian Ujian Yang Paling Berat

Di Hadapan Kakan Kemenag, Penyuluh Agama Islam Ini Sebut Kematian Ujian Yang Paling Berat

Lapajung (Inmas Soppeng) - Ta'ziyah malam pertama atas berpulangnya ke Rahmatullah Imam Besar Masjid Agung Darussalam Watansoppeng, Drs. H. Abd. Latif Rauf, M. Pd.I. di Jl. Pesantren Lapajung, Rabu malam (20/2/2019).

Dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng Dr. H. Huzaemah, M. Ag., penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Lalabata KM. Mutaillah, S. Pd.I. M. Pd.I selaku penceramah ta'ziyah, JFU Kantor Kemenag Soppeng dan segenap Shahibul Bait.

Dalam kutipan ceramah ta'ziyahnya, Mutaillah menyampaikan bahwa dari seluruh ujian Allah yang paling berat kepada manusia atau hambanya adalah kematian. Kenapa? Karena seorang atau keluarga yang meninggal itu tidak akan pernah kembali lagi ke dunia untuk selama-lamanyanya. Tapi apabila kita mampu menerima musibah tersebut dengan penuh kesabaran maka Allah akan melimpahkan pahala yang tidak ada batasnya.

Dosen STAI Al Gazali Soppeng ini menyebutkan secara garis besar, ujian yang diberikan Allah kepada manusia ada dua, yaitu Al-syar yang berarti sesuatu yang buruk menurut kita. Sepertilah kematian, kebakaran dan banjir. Namun ujian ini harus kita hadapi dengan kesabaran dan jangan ada penyesalan.

Sedangkan ujian yang kedua adalah Al Khair yang berarti kebaikan dan kenikmatan. Seperti usaha yang berhasil, pangkat yang tinggi dan lain sebagainya.

Diakhir ceramahnya, Alumni Ma'had Aly Yasrib Soppeng itu mengajak keluarga yang ditinggalkan agar tidak berhenti untuk mendoakan Almarhum. "Jangan pernah bosa untuk membacakan ayat ayat suci Al Quran seraya mendoakan almarhum" ajaknya. (afr)

Dibaca : 144 kali

0 Komentar