Makassar, HUMAS SULSEL - Kesepakatan kerjasama Bank Syariah Mandiri (BSM) dengan Kementerian Agama Prov. Sulsel dicapai dalam pertemuan kedua pimpinan lembaga ini yang berlangsung di ruang kerja Kakanwil Kemenag Sulsel, Jln Nuri No 53 Makassar, Juma't, 23 Oktober 2020.

Adalah Kemas Erwan Husainy, Region Chief Executive Officer (RCEO) BSM Region VIII Makassar yang memboyong squadnya untuk beraudiensi dengan Kakanwil Kemenag Sulsel guna menjajaki kerjasama antar kedua lembaga ini.



Erwan, begitu RCEO BSM ini akrab disapa, awalnya menawarkan kerjasama dengan mengajak ASN Kemenag Sulsel menjadi nasabah sekaligus bergabung dalam program wakaf BSN, dengan tawaran kompensasi pembagian CSR perusahaan sebagaimana yang lasim dilakukan selama ini, seperti merenovasi masjid, sumbangan hewan qurban dan mensponsori kegiatan-kegiatan keagamaan yang digelar oleh Kementrian Agama.

Menangapi penyampaian Erwan, Kakanwil Kemenag Sulsel, KH.Khaeroni mengungkapkan bahwa yang diberikan Bank Mandiri selama ini hanya CSR dalam jumlah kecil, seperti sapi qurban. "Sudah dipotong ya sudah. Ayo bareng-bareng kita balik semuanya, kita fokus untuk yang lebih besar", ajaknya

"Saya sudah keliling dari ujung Sulsel. Saya amati hampir setiap 100 meter ada masjid yang bagus-bagus. Begitu masuk pesantren kondisinya luarbiasa terbalik. Ini artinya kita belum sadar pendidikan", tambahnya.



Lanjut Khaeroni, bahwa orang yang meninggal itu hanya membawa 3 bekal, yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh. "Jika kita amal jariahnya ke madrasah akan melahirkan ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh yang akan mendoakan orang tuanya", ucapnya.

Untuk itu, Khaeroni meminta CEO BSM agar bantuan dalam skala kecil yang diistilahkan hujan gerimis itu ditahan dulu dan jika BSM berkenan anggaran tersebut digunakan untuk membangun gedung di madrasah.

"Tolong yang dibangun madrasah yang ada di pesantren karena itu relatif digunakan 24 jam. Bukan madrasah yg berdiri sendiri", pintanya.

Gayung bersambut, usulan Kakanwil Kemenag Sulsel diterima baik oleh RCEO BSM Region VIII yang membawahi Sulawesi, Maluku dan Paua ini. "Usulan yang luar biasa. Kami setuju pak. Tinggal tunjuk saja dimana proyek percontohannya dimulai. Dimana madrasah yang mau kita bangun. Namun kita lakukan secara bergiliran", tuturnya.

Adapun launching kerjasama ini akan dimulai pada saat peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama RI ke 75 tanggal 3 Januari 2021, yang ditandai dengan peletakan batu pertama dari madrasah yang akan dibangun.

Selanjutnya Kedua pimpinan ini mendiskusikan program wakaf yang tengah dijalankan oleh BSM, dimana pegawai BSM selama ini menyisihkan penghasilannya sebesar Rp 50.000 setiap pekan melalui Gerakan Wakaf Jumat Berkah.

Khaeroni pun mengatakan ingin memotivasi masyarakat , ASN dan honorer Kemenag Sulsel bagaimana mewakafkan sebagaian penghasilannya. "Jika ASN dan honorer berjumlah 15 ribu orang maka cukup Rp.50 ribu saja pertahun akan terkumpul Rp.750 juta. Jadi BSM bangun gedung madrasahnya, Kemenag yang bangun asramanya", pungkasya.(AB)

Penulis Andi Baly
Editor Andi Baly.