Bajoe, (Humas Bone) - Tepatnya dimalam ke 30 Ramdhan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bone dalam hal ini Eko Nugroho, M.Adm. Kes. bersama dengan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanete Riattang Timur Abdurrahim Riduang, S.Ag., M.HI kembali lakukan kegiatan sosialisasi Kabupaten Sehat. Kali ini yang menjadi sasaran objek yakni Masjid Ilhamul Fitri yang terletak di kelurahan Bajoe Kecamatan Tanete Riattang Timur, Selasa (11/5/2021).

Di hadapan para jamaah, Eko sapaan akrabnya memberikan gambaran kepada warga mengenai dampak BABS.

"Mengapa harus Stop BABS, karena tinja atau kotoran manusia merupakan media tempat berkembang dan berinduknya bibit penyakit menular seperti bakteri, virus dan cacing," katanya.

Apabila tinja dibuang sembarangan, tambah, bibit penyakit akan menyebar luas ke lingkungan, berisiko menimbulkan penyakit pada seseorang, dan bahkan menjadi wabah penyakit pada masyarakat yang lebih luas.

Menurut dia, salah satu penyebab masih ada warga yang Buang Air Besar Sembarangan (BABS), selain karena tidak memiliki jamban juga karena faktor ekonomi dan kurangnya pengetahuan tentang dampak yang ditimbulkan dari tinja.

"Terkait persoalan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bone terus mengedukasi dan mendorong masyarakat lewat kegiatan Stop BABS melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)," katanya.

Dalam kesempatan tersebut ia menghimbau kepada seluruh jamaah dan masyarakat pada umumnya untuk selalu  menerapkan lima Pola Hidup Lingkungan Yang Sehat atau dikenal dengan istilah STBM yakni Tidak buang air besar sembarang tempat / Open Defecation Free (ODF), Cuci tangan pakai sabun (CTPS), Pengelolaan makanan dan air minum yg sehat, Penanganan Sampah, Sarana Pembuangan Air Limbah (SPAL).

Sementara Abdurrahim Riduang dalam tausiahnya menyampaikan Hadits tentang laknatullah bagi orang yang membuang hajat disembarang tempat dan mengupas tuntas tata cara bersuci/cebok menurut tuntunan Islam. (rusman/ahdi).

Penulis Ahdi Hidayat
Editor Andi Baly.