Enrekang, HUMAS SULSEL ~ Ketua MUI Kab. Enrekang, Ustadz Amir Mustafa dan Pendeta Edi Cirrang yang bernaung dibawah asosiasi BPS Gereja Toraja secara bergantian memimpin doa pada tiga kegiatan yang dilaksanakan secara "simultan" di Kantor Kemenag Kab. Enrekang. Sabtu 10 April 2021.

Doa ustadz dan pendeta ini bergemah pada acara pembukaan kegiatan Dialog Kerukunan Umat Bergama yang dirangkaikan dengan Pembinaan ASN serta  Pengukuhan dan Pembinaan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) yang digelar di sisi selatan Kantor Kemenag Enrekang yang telah "disulap" Kakan Kemenag H.Irman layaknya sebuah aula.

Kedua pimpinan umat ini juga didaulat sebagai narasumber pada kegiatan dialog kerukunan umat beragama yang dihadiri perwakilan dari setiap pemeluk agama dan tokoh masyarakat yang ada di Kab. Enrekang.

Selain tokoh agama dan tokoh masyarakat, kegiatan ini juga dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Kakan Kemenag Kab. Enrekang beserta jajarannya, mantan Kakan Kemenag Enrekang Kamaruddin serta Ketua Pengurus Wilayah APRI  Sulsel dan para Pengurus Cabang APRI Kab. Enrekang yang dikukuhkan.

"Berkat FKUB Kab. Enrekang yang diketuai H.Sawal (Kasi Bimas Islam), kehidupan umat beragama di Kab. Enrekang sangat baik", ucap Kakan Kemenag Enrekang dalam sambutannya.

Kata Irman, salah satu bukti bahwa kerukunan umat beragama di Kab. Enrekang sangat baik yaitu dengan ditunjuknya Desa Benteng Alla Utara Kec. Baroko sebagai desa sadar kerukunan tahun 2021, dimana di desa ini terdapat sebuah lokasi pemakaman yang diperuntukkan bagi semua pemeluk agama.

Irman lantas membeberkan makna tagline Kemenag Berkemajuan, Milienal dan Berwawasan Nusantara yang ia canangkan sejak dilantik sebagai Kakan Kemenag Enrekang pada 1 Pebruari 2021.

"Berwawasan nusantara adalah karena kami ingin orang-orang Kemenag berdiri di tengah-tengah dari segala perbedaan-perbedaan yang ada, baik itu perbedaan agama, perbedaan latar belakang organisasi dan lain sebagainya. Kami melebur menjadi satu dalam organisasi Kementerian Agama yang berwawasan nusantara", urai Irman mengakhiri sambutannya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sulsel, Khaeroni dalam arahannya mengingatkan para penghulu untuk menindaklanjuti imbauan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tentang revitalisasi KUA.


"Menag sudah mendeklarasikan revitalisasi KUA, tinggal bagaimana APRI sebagai asosiasi penghulu memiliki peran sentral untuk program revitalisasi ini", ucapnya.

"Selain revitalisasi bidang tata kelola, hendaknya KUA juga menjadi wadah dan memberi ruang untuk melayani masyarakat, seperti pelayanan zakat, wakaf, infak dan sedekah serta pembinaan umat dan kemasjidan", imbuhnya

Sebagiamana pada setiap kunjungannya ke daerah, Khaeroni terus-menerus menyuarakan pentingnya moderasi beragama dan menjauhkan mesjid dari orang-orang yang berpikiran radikal.

"Jangan jadikan masjid sebagai tempat provokasi politik dan jangan sekali-sekali ada ASN Kemenag yang terlibat politik praktis. Jangan memberi ruang bagi orang-orang yang tidak pernah ikut membangun masjid tapi tiba-tiba hadir di masjid memprokasi jemaah untuk membenci pemerintah dan agama lain", tegas Khaeroni.

Selain itu, kepada APRI, Kakanwil mewanti-wanti penghulu agar tidak terlibat dalam pernikahan yang tidak sesuai dengan ketentuan dan peratuan perundang-undangan.

Untuk diketahui, yang terpilih sebagai pimpinan pengurus APRI cabang Enrekang periode 2021 - 2025, adalah Abd Gaffar sebagai ketua, Sekretaris Ahmad Thamrin dan Faisal selaku bendahara. (AB)

Penulis Andi Baly
Editor Andi Baly.