Makassar, HUMAS SULSEL - Gass full, istilah ini mungkin tidaklah berlebihan untuk disematkan kepada Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Zakat dan Wakaf (Penaiszawa) Kanwil Kemenag Sulsel yang tepat sepekan yang lalu mengucapkan sumpah jabatannya bersama 11 pejabat eselon tiga lainnya di Aula I Kanwil Kemenag Sulsel. 

Dr. H. Kaswad Sartono, M.Ag. pengganti Drs. H. Rapppe di Bidang Penaiszawa ini langsung tancap gas melakukan analisis strategis,  pembenahan sekaligus membangun jaringan kerja (networking) dengan stakeholder dalam rangka optimalisasi tugas dan fungsi Bidang Penaiszawa yang dinahkodainya. 

Jika sebelumnya ia sowan ke Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman selaku Ketua LPTQ untuk mendiskusilan berbagai hal tentang pelaksanaan STQH dan MTQ, kali ini, Senin (8/1), Kaswad bersama jajaran silaturrahim ke Pimpinan  Badan Amil Zakat (Baznas) Prov. Sulsel guna membahas sinergitas dan menjajaki peluang kerja yang mungkin bisa dijalankan bersama. 

Kaswad Sartono dan jajaran diterima langsung oleh Ketua Baznas Sulsel Drs H. Mappagio, M.Si bersama seluruh wakil ketua Baznas yakni Dr. H. Arpad Rasyid, MH, Drs KH. Mukminin Gaffar, MM, Ust. Mahmud Suyuti, M.Ag dan Dr. dr. Khudri Alwi.

Kedua pihak bersepakat untuk mendorong peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi umat melalui optimalisasi "kemitraan segi tiga" antara Baznas, Bimas Islam dan Penyelenggara Zakat Wakaf di seluruh kab/kota se Sulawesi Selatan dengan pemberdayaan peran Penyuluh Agama Islam sebagai "Satgas Zakat" yang dimotori oleh Bidang Penaiszawa.

"Insya Allah dalam waktu dekat ini Kanwil Kemenag Sulsel akan menerbitkan surat edaran ke setiap Kemenag kab./kota tentang pemberdayaan potensi penyuluh agama Islam melalui "Satgas Zakat" dalam rangka peningkatan tingkat pengumpulan zakat dari berbagai potensi zakat di Sulsel baik zakat profesi, pertanian, perdagangan, perkebunan dan lain-lain", ungkap Kaswad.

Dalam kesempatan ini, Ketua Baznas Sulsel H. Mappagio menyampaikan apresiasi atas jalinan kemitraan ini, terutama upaya mendorong peningkatan peran Baznas dalam pengelolaan zakat di Sulawesi Selatan dengan pemberdayaan potensi penyuluh agama Islam di Sulawesi Selatan.

"Insya Allah kita akan segera melakukan koordinasi dan menindaklanjuti silaturrahim dengan pengurus Baznas se Sulawesi Selatan", lanjut bos Baznas Sulsel ini.

Disamping itu, Baznas Sulsel juga menyatakan dukungannya atas program wakaf pendidikan yang digagas dan diprakarsai oleh Kakanwil Sulsel Drs H. Khaeroni. (AB)

Penulis Andi Baly
Editor Andi Baly.