Bone (Humas Sulsel) Salah satu hikmah besar dibatalkannya pemberangkatan jemaah Haji tahun 1441 / 2020 akibat pandemi covid-19 antara lain jemaah haji memiliki waktu yang lebih banyak untuk dimanfaatkan pendalaman manasik haji. Dalam konteks itulah Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan Dr. H. Kaswad Sartono memanfaatkan waktu untuk “menyapa" dan silaturrahim dengan Jemaah Haji Kecamatan Kahu Kab. Bone (sekitar 145 KM dari Makassar) yang dipusatkan di Kantor Balai Nikah dan Manasik Haji (KUA) Kecamatan Kahu.

Kabid Haji dan Umrah yang didampingi Kepala KUA Kec. Kahu H.M. Anwar Samsu di hadapan Jemaah Haji merasa senang dan bahagia dapat silaturrahim dengan Jemaah Haji karena moment ini merupakan yang pertama kali langsung ke KUA Kecamatan Kahu, biasanya ketemu di Masjid Agung atau di Kantor Kemenag Kab. Bone.


Dalam suasaana silaturrahim tersebut Kabid PHU Sulsel itu menyampaikan tiga hal. Pertama, sebagai  dampak dari musibah kemanusiaan pandemi Covid-19 sehingga pemerintah membatalkan pemberangkatan jemaah haji, Jemaah haji diharapkan tetap sabar dan istiqomah serta tetap mematuhi protokol kesehatan. 

Kedua, untuk penyelenggaraan haji tahun 1443/2021 yang akan datang, salah satu point penting yang harus dipersiapkan oleh setiap jemaah haji adalah kompetensi manasik haji. Oleh karena itu, lanjut Kaswad yang juga Ketua Tanfidziyah NU Makassar ini keberadaan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji  yang mewah dengan pembiayaan SBSN ini harus dimaksimalkan antara lain untuk meningkatkan kualitas manasik haji.


Kepada para Jemaah Haji Kaswad menegaskan: “Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu perlu ketahui bahwa gedung yang mewah, bersih dan membanggakan ini adalah dibangun untuk menjadi pusat layanan dan bimbingan keagamaan di Kecamatan Kahu. Ayo kita manfaatkan sebaik-baiknya, khususnya untuk layanam manasik haji sepanjang tahun, Ungkapnya.

Ketiga, menghadapi berbagai kemungkinan akibat pandemi covid-19, mari kita selalu berikhtiar dan berdoa, mudah-mudahan pandemi covid ini segera diangkat oleh Allah, sehingga seluruh jemaah yang sudah masuk porsinya dapat diberangkatkan secara keseluruhan.

Selain Kepala KUA, di Acara tersebut hadir pula seluruh penyuluh agama non PNS di Kecamatan Kahu ini diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab masalah ibadah, manasik dan kebijakan penyelenggaraan haji dan umrah.

Penulis Mawardi, S.Ag
Editor Mawardi, S.Ag.