Sinjai, HUMAS SULSEL - Imbauan ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Sulawesi Selatan, Drs. H.Khaeroni, M.Si dihadapan 40 Penyuluh Agama Islam yang mengikuti kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS yang dihelat oleh Seksi Bimas Islam Kemenag Kab. Sinjai di hotel Srikandi Sinjai, Senin 15 Februari 2021.



"Semakin dibedah sebuah ayat, semakin panjang dan semakin dalam rahasia yang terkandung di dalamnya. Apalagi jika itu menyangkut ilmu pengetahuan", ucap Khaeroni.

Oleh karena itu, katanya, penyuluh mesti memperbanyak membaca literasi, naskah-naskah dan teks yang berkaitan dengan apapun, terutama yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan yang bisa memperkaya khasanah keilmuannya.

"Sebagai penyuluh saya minta agar menerjemahkan ayat suci Al Quran dari berbagai aspek, bukan hanya satu aspek saja. Bisa jadi aspek teologis berbeda dari aspek-aspek yang sifatnya sosiologis, politis dan aspek lain. Ini tantangan bagi penyuluh sejauh mana ia mampu menerjemahkan isi Al Quran sesuai kondisi kekinian", imbuhnya.



Selanjutnya, mantan Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan IAIN Salatiga ini secara khusus mengimbau kepada penyuluh agama islam untuk tidak terlibat dalam kelompokisme.

"Penyuluh sebagai ujung tombak Kementerian Agama saya harap jangan terlibat pada kelompokisme", tegasya.

Karena menurutnya, sekarang ini ada kecenderungan umat islam lebih berorientasi pada kelompoknya. "Muhammadiyah punya masjid sendiri, LDII punya masjid sendiri dan yang lainnya juga begitu. Dulu 1 kecamatan 1 masjid dimana umat ketemunya minimal sekali seminggu", tutur Khaeroni.

"Sekarang ini antar kelompok tidak pernah ketemu. Bagaimana bisa damai, minimal damai dalam pikiran atau pendapat", ujarnya menambahkan.

Dikatakan Khaeroni, bahwa jika kelompok yang satu dengan yang lain berbeda pendapat, kemudian sering berdiskusi dan mendialogkan untuk mencari titik temu, baik secara tekstual dan kontekstual, maka umat tidak akan terjebak pada pemahaman-pemahaman intoleransi.

Pada kesempatan ini, khaeroni juga menyoal tentang moderasi beragama, yang menurutnya, istilah moderasi harus terus digaungkan karena apapun namanya jika itu ekstrim, baik ekstrim kanan maupun ekstrim kiri, tidak akan pernah tepat.



Diakhir arahannya, Khaeroni kembali mengingatkan kepada seluruh ASN Kemenag dan masyarakat Sulsel untuk mendukung program sejuta koin wakaf pendidikan madrasah dan pondok pesantren yang digagasnya, dimana program ini telah mendapatkan dukungan yang luar biasa, baik dari interen Kemenag maupun dari ormas islam dan stakeholder lainnya.

Diinformasikan bahwa kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama islam ini diawali dengan deklarasi dukungan oleh penyuluh agama islam se Kab.Sinjai terhadap program sejuta koin ini, dilanjutlan dengan memasukkan koin kedalam kotak wakaf yang telah disediakan sebagai kampanye ajakan kepada masyarakat untuk melakukan hal yang sama.

Terlihat hadir pada kegiatan ini, diantaranya Kabid Penaiszawa Dr.Kaswad Sartono, Kabid PHU H.Ali Yafid dan Kakan Kemenag Kab. Sinjai H.Abdul Hafid M.Talla serta Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Sinjai Andi Pelita. (AB)

Penulis Andi Baly
Editor Andi Baly.