Parepare, (Humas Parepare) – Dalam rangka menangani penyebaran Covid-19 menjelang perayaan Idul Fitri 1442 H, maka pemerintah Republik Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 dengan menghadirkan seluruh pihak terkait yakni Menteri Dalam Negeri, Menteri Perhubungan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Kepala BKN, Kepala BNPB/Kepala Satgas Covid-19, serta  para kepala daerah secara virtual.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Parepare dalam hal ini diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, H. Muh. Amin bersama Kepala Daerah, Forkopimda serta Kepala SKPD Kota Parepare di Ruang Kerja Wali Kota Parepare, Senin (3/5/2021).

Rapat tersebut diselenggarakan dalam rangka menyamakan persepsi serta langkah-langkah yang akan dilakukan oleh seluruh pihak terkait guna menangani penyebaran covid-19 menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Hal tersebut dilakukan guna membatasi mobilitas warga negara menjelang libur nasional Idul fitri 1442 H. Hal tersebut berdasarkan pengalaman bahwa setelah libur nasional maka peristiwa covid-19 akan meningkat, sehingga perlu diadakan pengetatan yakni membatasi mobilitas warga dengan adanya larangan mudik lebaran tahun 2021 serta pengetatan protokol kesehatan dalam pelaksanaan ibadah shalat Idul Fitri.

Selain itu, peningkatan kasus Covid-19 di berbagai negara yang merupakan negara kunjungan bagi warga negara Indonesia menjadi salah satu alasan mudik lebaran tahun 2021 ditiadakan.

Khusus untuk Kementerian Agama, ada beberapa langkah yang akan dilakukan kaitannya dengan penanganan Covid-19 menjelang perayaan Hari Raya idul Fitri yakni jajaran Kemenag akan berkoordinasi dengan seluruh tokoh agama Islam, dan penyuluh agama Islam untuk memastikan shalat Idul Fitri betul-betul dilaksanakan sesuai Surat Edaran Menag No.04 tentang Perubahan Surat Edaran Nomor 03 Tahun 2021 Tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 1442 H/ 2021M.

Selain itu, Kemenag menekankan bahwa seluruh Penyuluh Agama, Kepala KUA dan aparatur KUA diwajibkan membuat laporan kepada tim Satgas Penanganan Covid-19 di daerah masing-masing jika terjadi pelanggaran terhadap protokol kesehatan.

Terkait dengan pelaksanaan Zakat Fitrah, jajaran kementerian agama akan memonitor dan memastikan pengumpulan dan penyaluran Zakat, Infak danSedekah (ZIS) dapat dilakukan melalui masjid/mushala dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Selain itu, jajaran Kemenag akan memonitor dan berkoordinasi dengan para pengelola Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) untuk memaksimalkan pelayanan melalui electronic channel dengan membuka rekening pembayaran zakat dari muzakki.

Sementara pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/ 2021 M dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, berdasarkan pengumuman dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 setempat terkait kondisi wilayah masing-masing.

Bagi masyarakat yang berada pada daerah zona merah dan oranye, maka pelaksanaan shalat Idul Fitri di masjid dan lapangan ditiadakan, tapi dilaksanakan di rumah masing-masing.

Penulis Nurwina
Editor Mawardi, S.Ag.