Kajang, HUMAS SULSEL ~~ Satu persatu madrasah tertinggal yang ada di 24 kabupaten / kota se Sulawesi Selatan masuk dalam daftar antrian untuk disentuh pembangunannya melalui pembiayaan program gerakan sejuta koin wakaf pendidikan yang diinisiasi oleh Kakanwil Kemenag Sulsel.

Dimulai dari MI DDI Lereng Hijau Kab. Soppeng, Kemudian MTs Al Ikhlas Gunung Sinau Kab. Jeneponto, MI di Gunung Sinaji Kab. Gowa dan hari ini giliran MTs Tanah Toa yang disambangi oleh Kakanwil Kemenag Sulsel untuk memulai peletakan batu pertama pembangunan 3 RKB (Ruang Kelas Baru) madrasah tersebut.

Untuk membangun sejumlah madrasah tertiinggal ini, Kementerian Agama Prov. Sulawesi Selatan menggandeng pemerintah daerah setempat dan didukung pihak perbankan yang selama ini menjadi mitra Kantor Wilayah  Kementerian Agama Prov. Sulawesi Selatan dan juga mitra dari Kantor Kemenag kab./kota.se Sulsel, seperti BNI, BRI dan Bank Syariah Indonesia.

Seremoni peletakan batu pertama MTs Pelestarian Budaya dan Adat Kajang yang digelar di halaman MTs Tanah Toa ini, Rabu (17/3), dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting, diantaranya Bupati Bulukumba, Kakanwil Kemenag Sulsel, Dandim 1411 Bulukumba, Ketua MUI Bulukumba, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemda Kab.Bulukumba, Kabid PAIS dan Kabid Penmad Kanwil Kemenag Sulsel, Kepala Kemenag Bulukumba dan sejumlah Kepala Kemenag kab./kota lainnya, para pimpinan bank, Sekcam Kajang serta para Kepala Desa se-Kecamatan Kajang, tokoh agama dan tokoh masyarakat Kajang.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bulukumba, H. Muhammad Yunus, menururkan, pembangunan MTs Tanah Toa Kajang ini adalah momentum bersejarah bagi Kec. Kajang dan menjadi bagian dari pelestarian budaya dan adat Kajang.

"Mudah-mudahan madrasah ini menjadi role model bagi madrasah tertinggal lainnya di Indonesia", ucapnya.

Selanjutnya, KH.Khaeroni, sang inisiator dari program gerakan sejuta koin wakaf pendidikan ini menyampaikan bahwa tekadnya ketika diberi amanah sebagai Kakanwil Kemenag Sulsel adalah bagaimana mensinergikan keseluruhan pembangunan yang ada di Sulsel.


"Jangan sampai karena Kemenag merasa sebagai instansi vertikal sehingga jalan sendiri, begitu juga dengan pemerintah daerah, jangan karena merasa pemilik wilayah sehingga tidak mau melibatkan Kementerian Agama", ujarnya.

Untuk itu, lanjut Khaeroni, dirinya mengimbau kepada seluruh Kakan Kemenag kab./kota se Sulsel agar bersinergi serta memberikan darmabakti dan sumbangsihnya kepada pemerintah daerah dalam membangun daerahnya.

Kakanwil Khaeroni menguraikan bahwa motivasinya menggagas program gerakan sejuta koin wakaf pendidikan ini dilandasi oleh semangat membangun madrsah dan pondok pesantren yang tertinggal di Sulawesi Selatan.

"Madrasah yang tertinggal kita upayakan mendekati standar pendidikan nasional, dan madrasah yang terbaik kita dorong untuk terus berprestasi dan menjadi public relation bagi Provinsi Sulawesi Selatan", terangnya.

Sementara itu,  Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, dalam sambutan dan arahannya menyampaikan,  pembangunan RKB di MTs Tanah Toa Kajang masih menjadi kebutuhan utama, mengingat sarana pendidikan formal di wilayah Tanah Toa masih sedikit tertinggal dibanding wilayah yang lain.

"Ini akan menjadi perhatian kami kedepannya untuk mendorong pemerintah daerah mewujudkan pemerataan pendidikan, agar para pelajar memiliki akses yang sama terhadap fasilitas pendidikan yang dikelola oleh Pemda maupun Kementrian Agama sehingga program, mencerdaskan kehidupan bangsa dapat terealisasi", tutur Andi Utta sapaan akrab Bupati Bulukumba ini.

Tidak ingin kalah dengan pihak perbankan, Andi Utta menyampaikan bahwa secara pribadi, dia ikut menyumbang untuk pembangunan MTs Tana Toa ini, namun jumlahnya tidak disebutkan.

Usai sambutan, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf bersama Kakanwil Kemenag Sulsel, Dandim 1411 Bulukumba, Kepala Kemenag Bulukumba serta para pejabat dan pimpinan ormas lainnya meletakkan batu pertama tanda dimulainya pembangunan 3 RKB MTs Tana Toa ini.(AB)

Penulis Andi Baly
Editor Andi Baly.