Makassar.Humas Takalar---Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Takalar H.Junaidi Mattu menghadiri  Musyawarah Daerah (Musda) ke-6 Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia Kabupaten Takalar.

Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Takalar, H.Syamsari Kitta dan akan berlangsung  selama dua hari, 20 s.d 21 November 2020 di Kenari Tower Hotel Makassar, dengan jumlah peserta sebanyak 53 orang.

Musda ke - 6 DPD BKPRMI tahun ini mengangkat tema "Memperkuat Peran Remaja Mesjid Untuk Takalar Bermartabat.

Hadir pula Ketua DPW BKPRMI Sulsel bersama Sekum, Perwakilan Dandim Takalar serta Ketua KNPI Takalar dan sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Takalar.

Bupati Syamsari Kitta dalam arahannya menyebut BKPRMI merupakan  salah satu Ormas Islam yang menjadi pagar bagi agama islam.

Olehnya itu kata bupati, pemerintah memberikan ruang yang besar kepada ormas Islam seperti BKPRMI untuk menjadi bagian penting dalam menjaga serta memperbaiki kehidupan beragama masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Takalar.

Sebelumnya Kepala Kantor Kementetian Agama Kabupaten Takalar H.Junaidi Mattu yang dalam kesempatan tersebut turut membawakan sambutan menyebutkan dirinya secara institusi menjadi bagian dari BKPRMI.

Hal ini dikatakannya, mengingat pengurus BKPRMI baik tingkat kabupaten maupun ditingkat kecamatan mereka merupakan warga  Kemenag Takalar.

Selaku pemegang mandat pembina Keagamaan di Kabupaten Takalar, Junaidi Mattu menyampaikan ucapan terima kasih kepada BKPRMI yang selama ini telah banyak berpartisipasi dalam membenahi akhlak masyarakat Kabupaten Takalar lewat pembinaan Majelis Taklim,TK/TPA serta kegiatan remaja mesjid lainnya.

Sementara itu Ketua DPW BKPRMI sulsel, H.Hasid Hasan Palogai berpesan agar tetap menjadikan BKPRMI sebegai organisasi terpercaya dan dipercaya oleh masyarakat.

"Jangan hianati organisasi,karena ketika semua itu terjadi maka sama saja membunuh organisasi,jagalah kedamaian siapapun yang terpilih dia adalah orangnya BKPRMI, ujar Hasid.(D,Tola).

Penulis Syamsuddin Dg. Tola
Editor Andi Baly.