Maros, (Humas Maros) - Kepala MIN Maros, Hadisah, S.Pd.I melaksanakan supervisi proses pembelajaran dengan model simulasi mengajar, Sabtu (21/11/20).

Model ini ditempuh oleh karena pada masa pandemi Covid-19, tidak ada kegiatan PBM (Proses Belajar Mengajar) tatap muka dengan siswa di madrasah.

"Kita memilih menggunakan model simulasi, karena saat pandemi begini siswa belajar dari rumah, tidak ada kegiatan PBM di madrasah, sementara supervisi tetap harus kita laksanakan", terang Hadisah.

Supervisi proses pembelajaran bertujuan untuk menilai kinerja dan membina para guru untuk meningkatkan mutu proses belajar mengajarnya di kelas.

Adapun dimensi penilaian pada supervisi proses pembelajaran ini meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang aktif dan efektif mulai dari kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Juga meliputi aspek penilaian pembelajaran seperti alat/instrumen evaluasi yang tepat untuk mengukur keberhasilan belajar siswa.

Supervisi ini dilaksanakan hari Senin-Sabtu (16-21 November 2020) dengan menjadwalkan guru secara bergantian setiap hari. Masing-masing guru diberi waktu 15 menit untuk mensimulasikan cara mengajarnya.

Idawati, S.Pd.I (Guru wali kelas VB) mengungkapkan bahwa secara teknis supervisi proses pembelajaran model simulasi tidak jauh berbeda dengan supervisi yang biasa dilaksanakan pada PBM Normal.

"Saya kira supervisi model simulasi ini tidaklah jauh berbeda, karena indikator dan dimensi penilaiannya sama dengan supervisi sebelum pandemi. Kita tetap menyiapkan RPP dan medianya, serta mengajar seperti biasa dengan langkah-langkah yang runtut sesuai RPP. Bedanya yah, tidak ada siswa yang kita hadapi" jelas Idawati.

Lebih lanjut Idawati menjelaskan supervisi ini sangat membantunya menyegarkan kembali keterampilannya dalam mengajar secara tatap muka, setelah hampir 9 bulan lamanya dia mengajar secara daring. (apr/min)

Penulis Musdalfa
Editor Andi Baly.