Bacari, (MIN 1 Bulukumba) - Tindak lanjut dari Pembinaan Madrasah Calon Adiwiyata Mandiri Oleh TIM Adiwiyata Kabupaten dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bulukumba bekerjasama dengan Bank Sampah Mandiri Kabupaten Bulukumba yang digelar akhir September lalu di MIN 1 Bulukumba, Kepala MIN 1 Bulukumba melakukan Koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Bank Sampah mandiri, rabu lalu. 

Koordinasi yang dibangun oleh Kepala MIN 1 Bulukumba dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bulukumba serta Deputi Bank Sampah Mandiri Kabupaten Bulukumba terkait hubungan kerjasama yang akan dituangkan dalam bentuk Nota Kesepahaman atau Memorandum Of Understanding (MOU). 

Dari hasi koordinasi tersebut, Kepala MIN 1 Bulukumba dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bulukumba serta Direktur Bank Sampah Mandiri Kabupaten Bulukumba melakukan pertemuan penandatanganan nota kesepahaman/Memorandum Of Understanding (MOU) pada Kamis, 15/10/2020 bertempat di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bulukumba.

Pasca penandatanganan MOU, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bulukumba, Dr. A. Syamsul Mulhayat, SH. MH. menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan kepada Kepala MIN 1 Bulukumba atas kehadirannya melakukan penandatanganan Nota kesepahaman/MOU ini.

"Terima kasih atas kehadiran Ibu Kepala MIN 1 Bulukumba untuk menandatangani kerjasama antara MIN 1 Bulukumba dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, juga kerjasama antara MIN 1 Bulukumba dengan Bank Sampah Mandiri, jadi ada dua nota kesepahaman/MOU yang dilakukan hari ini, yang bertujuan memperlancar kegiatan menuju Adiwiyata Mandiri nantinya". Ungkap Kadis Lingkungan Hidup 

"Dengan adanya aturan baru yang lebih spesifik, tentunya ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh sekolah/madrasah untuk beradiwiyata. Salah satu yang diharapkan kedepannya agar setiap satuan pendidikan mulai dari tingkat SD/MI hingga SMA/MA agar melatih dan mendidik siswanya bagaimana memperlakukan sampah yang ada disekolahnya dengan baik". Tambahnya

Lanjut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan bahwa kegiatan MOU hari ini sebagai bentuk sinergitas antara MIN 1 Bulukumba dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Bank Sampah, dan kedepan akan turut menggandeng pegadaian untuk bekerjasama, sehingga sampah-sampah yang ada dimadrasah dapat benilai Emas, maksudnya hasil penjualan sampah kertas dan plastik bisa ditabung dipegadaian dan dinilai dalam bentuk emas. Tutupnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Seksi sekaigus Ketua Tim Adiwiyata Kabupaten Bulukumba, Syamsul Bahri turut memberikan pemaparan terkait MOU dan sekolah adiwiyata serta bagaimana langkah-langkah persiapan menuju sekolah/madrasah Adiwiyata.

"MOU ini berisi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup diMadrasah, dikementerian namanya Gerakan PBLHS (Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup diSekolah),olehnya itu kami berharap dengan adanya MOU ini, intinya berisi bagaimana kita saling memberi dan menerima dalam hal pelaksanaan gerakan ini". Terang Syamsul Bahri.

"Kami akan datang dimadrasah untuk memberikan pembinaan dan bapak/ibu guru yang ada dimadrasah bersedia untuk menyiapkan warga madrasah untuk diberikan pemahaman terkait dengan gerakan tersebut. Perlu diketahui juga bahwa untuk tahun 2020 diberlakukan Peraturan menteri yang baru terkait adiwiyata, yakni adiwiyata khusus penilaian dan gerakan kalau disekolah/madrasah". tambahnya.

"Perbandingannya, beberapa tahun sebelumnya nanti mau dinilai madrasahnya baru berbenah tapi sekarang gerakan ini harus dilihat selama satu tahun karena syarat untuk maju beradiwiyata harus dilihat dari perubahan apa yang telah dilakukan oleh madrasah selama satu tahun sebelumnya, mulai dari perencanaan yang tentunya terintegrasi di RKAM dimadrasah. Intinya adalah prosesnya yang akan dinilai". Tutupnya.

Direktur Bank Sampah Mandiri Kabupaten Bulukumba, Ir. H. Mansyur yang menjabat sebagai pimpinan di Bank Sampah mulai dari tahun 2017 hingga sekarang, juga memberikan tanggapan terkait MOU yang terjalin hari ini antara MIN 1 Bulukumba dengan Bank Sampah Mandiri.

"Kami sudah menjalin kerjasama dengan beberapa sekolah/madrasah di Kabupaten Bulukumba untuk semua tingkatan dan baru-baru ini menjalin kerjasama dengan MAN 2 Bulukumba dan hari ini dengan MIN 1 Bulukumba. Intinya kami akan menjemput sampah yang telah dipilah disekolah/madrasah misalnya Kardus, kertas dan plastik". Terang H. Mansyur.

"Tujuannya Bank Sampah adalah bagaimana mengurangi volume sampah yang ada Tempat Pembuangan Akhir (TPA), jika semua sampah dibawa ke TPA tanpa dilakukan pemilahan dan diakomodir oleh Bank Sampah maka dalam jangka satu tahun saja TPA akan penuh sehingga perlu adanya kesadaran kita sebagai warga sekolah/madrasah untuk memperlakukan sampah yang ada dilingkungan sekolah/madrasah dengan baik". Sambungnya.

Pada Kesempatan ini pula Kepala MIN 1 Bulukumba, Nelvy, S.Pd.I.,M.Pd.I memberikan tanggapan dan penguatan terkait MOU yang terjalin hari ini dan merasa bersyukur dengan adanya sinergi yang terbangun antara MIN 1 Bulukumba dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Bank Sampah Mandiri.

"Dengan adanya kegiatan penandatanganan MOU hari ini dengan Dinas Lingkunan Hidup bersama Mitra kerjanya yaitu Bank Sampah Mandiri, kami sangat bersyukur karena diterima dengan baik dan tentunya ada banyak hal yang kami dapatkan dari pertemuan hari ini untuk dijadikan dasar pembiasaan nantinya kepada peserta didik di madrasah". Ungkap Nelvy

"Semoga Covid-19 ini segera berlalu, sehingga kami bersama guru dan peserta didik MIN 1 Bulukumba bisa mengaplikasikan kegiatan pembiasaan perlakuan baik terhadap sampah demi menciptakan lingkungan madrasah yang bersih dan sehat". Tutupnya (Asri)

Penulis Syaiful
Editor Andi Baly.