Makassar, (Inmas_Sulsel) – Kajian Ramadhan Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Prov. Sulawesi Selatan bertajuk Fikih Pandemi sukses digelar secara daring lewat aplikasi Zoom Metting Selasa, (20/04) yang diikuti 50an peserta dari kemenag kab/kota se-Sulawesi Selatan.

Adalah Farid F. Saenong, seorang peneliti asal University of New South Wales Canberra Australia berkenan mengisi kajian dengan sub tema “Fleksibilitas Hukum Islam beribadah dimasa wabah”.

Sebagai pengantar, pria yang akrab dipanggil Farid ini menjelaskan, pandemi covid-19 adalah realitas global yang menerjang tatanan kehidupan umat manusia dari level internasional hingga ke rumah tangga, yang menjadi musuh bersama yang harus dilawan, salah satunya dengan memutus mata rantai penyebarannya.

Pria yang juga bertindak sebagai Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan Masjid Istiqlal Jakarta ini menyampaikan, Fikih pandemi juga harus mampu memberi pencerahan bagi masyarakat muslim yang bingung dan gamang dalam melakukan ibadah dimasa wabah sekaligus menjadi guidelines beribadah yang mampu meng-cover beragam isu ibadah, ritual agama dan sosial, tambahnya

Pada dasarnya Fikih telah memberi ruang fleksibilitas yang sangat terbuka. Jika fikih yang “new normal” ini dikompilasi dan dikontekstualisasi dengan keadaannya masing-masing, maka akan muncul fikih-fikih baru yang actual dan kontekstual tanpa mereduksi yang konvensional, sebagaimana pakem para ulama “la dharar wa la dhirar” yang menegaskan bahwa ibadah tidak boleh berbahaya bagi dirinya ataupun membahayakan orang lain. Kuncinya.


Sebelumnya, Kepala Bidang PD. Pontren, H. Mulyadi dalam pengantar kegiatan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Kajian Ramadhan ini.

"Banyak hal yang dapat dilakukan dalam mengisi bulan yang penuh barokah ini, salah satunya dengan melaksanakan kajian-kajian keislaman sebagai wujud manifestasi Ramadhan sebagai bulan Tarbiyah atau bulan pendidikan", Ujarnya.


Penulis Muh. Fadli
Editor Muh. Fadli.