Bululampang, (Humas Barru) - Pascaterbitnya Undang-undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru melalui Seksi PD Pontren giat melakukan sosialisasi di lembaga pendidikan keagamaan, baik dalam acara formal maupun yang bersifat tidak resmi, salah satunya melalui momentum kegiatan di pondok pesantren.

Kali ini, sosialisasi itu dilakukan di Kampus 3 Putri Bululampang Pondok Pesantren DDI Mangkoso dalam kegiatan Orientasi Keorganisasian Pengurus Organisasi Santri Kampus Nurul Hidayah (OSKN) Periode 2021 – 2022, Ahad (21/2/2021).

Tampil sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut, Ahmad Rasyid selaku Pengelola Pendidikan Seksi PD Pontren Kantor Kemenag Kab. Barru, dengan judul materi "Peran Organisasi Santri dalam Pembinaan Pesantren, Relevansinya dengan UU No 18 Tahun 2019".

Dalam paparannya, ia menuturkan bahwa dalam UU Nomor 18 Tahun 2019 disebutkan tentang syarat  pondok pesantren yang harus memiliki lima komponen utama, salah satunya adalah santri. Dengan demikian, santri memiliki peran yang sangat penting. Dalam sistem pembinaan pesantren sebagaimana diatur dalam undang-undang tersebut, santri harus berperan dan terlibat aktif dalam memperkuat pembinaan di pesantren.

Untuk mengoptimalkan peran tersebut, harus dilakukan melalui wadah berbentuk organisasi santri. “Terbitnya undang-undang tersebut semakin memperkuat posisi pesantren dalam sistem pendidikan nasional kita, sekaligus sebagai wujud pengakuan negara terhadap peran pesantren selama ini dalam mencerdaskan dan membangun karakter bangsa,"ujar Ahmad Rasyid di hadapan santri dan pembina Kampus 3 Putri yang mengikuti kegiatan tersebut yang berlangsung di lantai 1 Musallah Kampus Bululampang. (AR/Top)

Penulis Taufan Setiawan
Editor Mawardi, S.Ag.