Takalar, (Inmas_Sulsel) -- Bersama perwakilan Bank BNI Cab. Mattoanging Makassar, Sri Sunarya dan Kepala Kemenag Kab. Takalar, H. Muhammad, Kepala Bidang PD. Pontren Kanwil Kemenag Sulsel, H. Mulyadi Idy menyempatkan diri meninjau langsung lokasi pembangunan “Wakaf Pendidikan Madrasah dan Pondok Pesantren” di Pondok Pesantren Mahyajatul Qurra Lassang, Kab. Takalar, Kamis, (25/02).

Menurut H. Mulyadi selaku Ketua Panitia, Pondok Pesantren Mahyajatul Qurra merupakan 1 dari sekian jumlah Madrasah dan Pondok Pesantren yang menjadi pilot project pelaksanaan “Wakaf Pendidikan” yang digagas Kanwil Kementerian Agama Prov. Sulsel.

Diketahui Program dari Kanwil Kementerian Agama Sulsel antara lain, Madrasah Luar Biasa, Madrasah Edukasi Alam, Asrama Anak Pulau, Madrasah Program Kebahasaan serta Gerakan Sejuta Koin Wakaf Pendidikan Madrasah dan Pondok Pesantren di Provinsi Sulawesi Selatan.

Kami sengaja mengajak langsung Bank BNI yang merupakan mitra Kemenag untuk melihat secara langsung tahap demi tahap pelaksanaan program ini, seraya berharap BNI dapat memberikan dukungan bagi terlaksananya program ini, terangnya.

Lebih lanjut, Mulyadi menuturkan jika program yang diluncurkan Januari lalu telah mendapat restu dari Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dan Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari lewat penegasannya mendorong program tanggungjawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) di Sulsel untuk membantu dunia Pendidikan.


Tak hanya itu, program ini juga mendapat dukungan dan respon positif dari sejumlah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam diantaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI), PWNU Sulsel, PW. Muhammadiyah Sulsel, DDI Sulsel dan Pengurus Pusat As'adiyah bahkan telah mendapat Rekomendasi dari Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prov. Sulsel, tambahnya.

“Jika konsep Wakaf Pendidikan dapat diterapkan, maka Insya Allah Pendidikan kita di Sulawesi Selatan ini akan lebih baik  dan berkualitas, juga semakin banyak masyarakat kita dapat menikmatinya”,harapnya.

Penulis Muh. Fadli
Editor Muh. Fadli.