Parepare, (Humas Parepare) – Senyum bahagia terpancar pada raut wajah pasangan pengantin Muhammad Rasman bin Muh. Nawir dengan Kiki Widyasari binti Irfan usai melangsungkan prosesi akad nikah di Balai Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bacukiki, Kamis (19/11/2020).

Sepintas tidak ada yang istimewa dari prosesi pernikahan tersebut, namun hal tersebut menjadi prosesi pernikahan yang cukup menarik perhatian para ASN KUA Kec. Bacukiki setelah menyadari keterbatasan fisik yang dimiliki oleh sang mempelai pria yakni cacat pada tangan hingga siku sebelah kiri.

Cacat yang dialami Muhammad Rasman karena kecelakaan tersebut tidak mengurungkan niat Kiki Widyasari untuk menjadikannya imam dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Proses perkenalan keduanya pun tergolong singkat yakni 2 bulan. Keduanya berprofesi sebagai penjual di Pasar Senggol Kota Parepare.

“Walaupun dia memiliki keterbatasan fisik tapi orangnya baik dan saya yakin dia bisa menjadi imam dalam membina keluarga nantinya”, ujar Kiki (21) saat diwawancarai oleh salah seorang staf pada KUA Bacukiki, Hj. Rafiah.

Senada dengan ucapan pasangannya, Muhammad Rasman juga menyatakan kalau keinginannya untuk mempersunting Kiki karena orangnya baik dan bisa menerima dirinya apa adanya termasuk keterbatasan fisik yang dimilikinya.

“Saya bertekad untuk mempersunting Kiki karena orangnya baik, sopan, menghargai serta mau menerima segala kekurangan saya”, ujar pria berusia 26 tahun tersebut.

Para saksi serta ASN KUA Bacukiki yang sempat menyaksikan prosesi pernikahan tersebut menyatakan rasa haru dan salut atas pasangan tersebut yang saling menerima segala kekurangan pasangannya.

“Saya terharu karena dia menerima apapun keadaan suaminya, bahkan kelihatan sangat bahagia. Salut karena masih ada perempuan yang seperti dia di zaman sekarang ini, sebagaimana kita lihat keadaan sekarang banyak perempuan yang menilai laki-laki dari luarnya saja”, ujar Hj. Rafiah.

“Semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah dan memiliki keturunan shaleh dan shalehah”, harap Hj. Rafiah.


Pasangan muda tersebut dinikahkan oleh salah seorang penghulu yang juga tergolong masih berusia muda pada KUA Bacukiki, Azhari dengan perwalian hakim karena semua keluarga yang bisa menjadi walinya meninggal dunia saat kejadian Tsunami di Palu pada tahun 2018 lalu.

 

Penulis Nurwina
Editor Andi Baly.