Makassar, HUMAS.SULSEL ~~ Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulaesi Selatan, KH. Khaeroni menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama dengan Regional Chief Executive Officer (CEO) Bank Syariah Indonesia (BSI) Region Office XI Makassar, Kemas Erwan Husaini di lantai V gedung Graha BSI Jalan Ratulangi Makassar, Rabu, 24 Maret 2021 pagi.

Penandatanganan MoU sekaitan dengan perjanjian kerjasama pembayaran tunjangan kinerja (tukin) ASN dan sertifikasi guru Kemenag Sulsel dengan BSI ini turut disaksikan Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarta serta Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel, Fathurrahman, Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam, M.Rasbi, Kepala Bidang PD Pontren, Mulyadi dan Kasubbag Keuangan Muh.Asta.

Dalam.sambutannya, Kakanwil Kemenag Sulsel menuturkan, selain ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah, manusia juga dituntut untuk melakukan ibadah sosial. "Untuk itu saya mendorong pihak perbankan agar bagaimana kita bisa hersama-sama mengaplikasikan ini", ujarnya.

Pada kesempatan ini pula, Kakanwil Khaeroni mengingatkan dan mengajak semua pihak, terutama pihak perbankan untuk berinfak kepada lembaga pendidikan.

"Kalau infaknya untuk lembaga pendidikan akan menghasilkan ilmu yang bermanfaat, apalagi jika infak itu untuk madrasah.dan pondok pesantren dimana outputnya adalah anak-anak yang soleh dan soleha. Dan yang berinfak pun akan mendapatkan amal jariyah. Jadi sekali bersedakah 3 pulau terlampaui", ucapnya disambut aplaus hadirin.

Lebih lanjut Khaeroni mengungkapkan harapannya agar BSI Region XI Makassar turut membantu lembaga-lembaga pendidikan di Sulsel, terutama membangun gedung-gedung madrasah yang sudah tidak layak dan belum permanen.

"Insya Allah pahalanya tidak kalah dengan menyumbang ke masjid. Daripada CSRnya untuk hewan qurban atau sembako, lebih baik untuk lembaga pendidikan karena akan dikenang sepanjang masa selama gedung itu masih terpakai:, jelasnya.

Sementara itu, Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarta dalam sambutannya menyatakan menyambut baik kerjasama ini dan mengajak pihak Kemenag untuk bisa hadir bersama BSI di tengah-tengah masyarakat guna melakukan sosialisasi tentang apa itu perbankan syariah.

"Tantangan kita adalah kurangnya literasi nasyarakat tentang apa itu sistem  ekonomi syaraiah, apa itu sistem keuangan syariah, apa hukum dasar dari bertransaksi secara syariah serta apa fungsi dari perbankan sysriah itu sendiri", kata Anton Sukarta.

Olehnya itu, dirinya meminta agar Kemenag turut mendampingi BSI untuk dapat berdakwa bersama-sama guna membangun literasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang perbankan syariah.


Usai penandatanganan MoU oleh kedua belah pihak, dilanjutkan dengan penyerahan bantuan uang tunai sebesar 100 juta rupiah oleh Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarta kepada Kakanwil Kemenag Sulsel, dimana sumbangan ini diperuntukkan bagi pembangunan pondok pesantren moderen Mahyajatul Qurra Lasaang Kab. Takalar. (AB)

Penulis Andi Baly
Editor Andi Baly.