Ponre, (Humas Bone)- Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ponre distribusikan hasil pengumpulan zakat fitrah yang dikumpulkan selama bulan suci Ramadhan, dengan berbagi sembako kepada masyarakat kurang mampu di wilayah Kecamatan Ponre, Senin (10/5/2021).

Sebanyak delapan paket sembako yang berisi, Beras 10 Kg, telur 1 rak, mie instan, minyak goreng, gula pasir, teh, susu, dan biskuit diserahkan langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Ponre, Marratang, S.HI. kepada para mustahiq di Kantor Balai Nikah dan Manasik Haji Kecamatan Ponre. Meski sudah dikonfirmasi kepada Camat Ponre untuk hadir secara bersama-sama dalam pendistribusian zakat fatrah ini, namun karena adanya agenda lain sehingga tidak berkesempatan hadir. Namun pada intinya Camat Ponre sangat merespon dan mendukung kegiatan pendistribusian zakat fitrah ini.


Demi optimalisasi penyaluran bantuan, penyuluh agama Islam turun mendistribusikan zakat fitrah ini dengan menyusuri pemukiman warga untuk mengantarkan langsung paket bantuan kepada mustahiq yang tidak berkesempatan hadir dalam kegiatan penyerahan karena jarak dan medan yang sulit.

Kepala KUA Kecamatan Ponre menuturkan bahwa kegiatan tersebut merupakan  hasil pengumpulan Zakat Fitrah dari pegawai KUA Ponre, jajaran kantor Camat Ponre, UPT Puskesmas Lonrong dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah kerja Kecamatan Ponre.

"Alhamdulillah kegiatan pendistribusian zakat fitrah dari para muzakki Kecamatan Ponre telah kami salurkan kepada beberapa warga yang layak di sebut mustahik. Dan warga yang tidak sempat hadir menerima bantuannya, kami arahkan penyuluh agama Islam untuk mengantarkan langsung ke rumahnya." Ungkap Marratang, S.HI.


Marratng, S.HI. menambahkan bahwa akan terus berupaya memaksimalkan pengumpulan zakat di Kecamatan Ponre, baik zakat fitrah maupun zakat maal melaui UPZ KUA Ponre dengan tetap dukungan Camat Ponre.

“Insya Allah kami akan terus berusaha untuk menyadarkan masyarakat untuk mengeluarkan zakatnya, baik itu zakat fitrah di bulan Ramadhan maupun zakat harta (maal) seperti zakat hasil pertanian masyarakat. Tentu kami tetap minta dukungan dari Camat Ponre serta kerja sama dengan penyuluh agama Islam untuk mensosialisakan kepada masyarak tentang zakat ini.” Jelas Marratang, S.HI.

Diakhir keterangan Kepala KUA Ponre menekankan agar setiap penerimaan dan pendistribusian zakat harus dicatat dan didokumentasikan sebagai bentuk pertanggung jawaban serta transparansi agar kepercayaan masyarakat dapat tumbuh sehingga tidak ragu untuk mengeluarkan zakatnya. (Irfan/Ahdi)

Penulis Ahdi Hidayat
Editor Andi Baly.