Makassar, HUMAS SULSEL - Berdasarkan surat Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor 042970/B.II/4-a/Kp.02.3/11/2020, tahun ini Kanwil Kemenag Sulsel mendapatkan kuota sebanyak 166 PNS yang akan mengikuti asesmen pemetaan jabatan administrasi.

Guna membahas lebih lanjut teknis pelaksanaan asesmen ini, maka Kepala Biro Kepegawaian Kemenag RI Dr.H.Saefudin, M.Ed menggelar zoom meeting yang diikuti oleh Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) dari 9 Kantor Wilayah Kementerian Agama se Indonesia. Rabu 18 Nopember 2020.

Kabag TU Kanwil Kemenag Sulsel, H.Fathurrahman, SE, M.Pd usai mengikuti zoom meeting ini mengungkapkan bahwa asesmen ini memang perlu dilaksanakan mengingat di tahun 2020 ada beberapa jabatan administrator dan pengawas yang kosong, baik di Kanwil maupun di Kemenag kabupaten - kota.

"Adapun pelaksanaan asesmen ini akan dilakukan secara virtual (daring) pada tanggal 24 s.d 25 Nopember 2020, dimana data dari 166 asese dimasukkan paling lambat tanggal 19 Nopember 2020", ucapnya.

"Peserta yang ada di daerah mengikutinya tetap di daerah masing-masing, begitu juga yang di kanwil, dan nanti ada konsultan yang ditunjuk oleh biro kepegawaian yang akan memberi akun kepada peserta berikut menyampaikan teknis pelaksanaannya", imbuhnya.

Kata H.Fathurrahman, bahwa ke 166 asese ini nantinya akan diperioritaskan untuk yang promosi terlebih dahulu, kemudian selebihnya diperuntukkan bagi pejabat pengawas dan pejabat administrator yang telah lama menempati jabatan tersebut.

Mengenai materi asesmen, mantan Kabid PD Pontren ini mengatakan terdapat 3 tahapan seleksi, yaitu psikotes dalam bentuk Computer Assisted Test (CAT), dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD) serta terakhir wawancara.

H.Fathurrahman yang dilantik sebagai Kabag TU per tanggal 1 Juli 2020 ini kembali menegaskan bahwa hasil dari asesmen ini akan menjadi acuan untuk mengisi beberapa formasi jabatan yang kosong.

Ketika diminta tanggapannya mengenai PNS yang telah mengikuti asesmen pada tahun 2018 dan 2019, H.Fathurrahman menyampaikan bahwa mereka itu masih terikat regulasi PMA Nomor 207 tahun 2012. "Bahwasanya asesmen itu berlaku selama 2 tahun, namun dengan terbitnya PMA Nomor 1 tahun 2020, maka yang mengikuti asesmen ini berlaku selama 3 tahun", kata dia.

Diakhir penyampaiannya, ia mengimbau kepada seluruh peserta asesmen dan Kasubag Kepegawaian Kemenag kabupaten - kota untuk mengikuti acara pembukaan pada tanggal 24 Nopember 2020.

"Kabiro kepegawaian meminta kepada seluruh peserta, Kasubag Kepegawaian dan Kabag TU mengikuti acara pembukaan yang akan dibuka langsung oleh Sekjen Kemenag RI", pungkasnya.

Penulis Andi Baly
Editor Andi Baly.