Jeneponto, HUMAS SULSEL - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Sulawesi Selatan, KH. Khaeroni dalam kunjungan kerjanya di Kab. Jeneponto mengawali aktivitasnya dengan membuka kegiatan penguatan manasik haji sepanjang tahun yang dihelat di Aula Kantor Kemenag Kab. Jeneponto. Kamis 15 Oktober 2020.

Kehadiran Khaeroni untuk pertama kalinya di Butta Turatea ini disambut dengan pengalungan lipa' sa'be dan aksi angarru, yaitu tradisi adat Makassar untuk menyambut kehadiran tamu kehormatan.



Kegiatan penguatan manasik haji sepanjang tahun ini adalah merupakan program nasional dari Ditjen PHU yang ditindak lanjuti oleh Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kab. Jeneponto.

Mengawali sambutannya, Khaeroni mengatakan bahwa lamanya masa tunggu (waiting list) bagi calon jemaah haji, yaitu rata-rata 36 tahun adalah salah satu indikator kualitas beragama yang sangat luar biasa di Sulsel, sekaligus menjadi indikator bahwa level ekonomi masyarakat Sulsel memang cukup tinggi.

Selain itu, menurut Khaeroni, ada kekhawatiran di tahun 2021 jika pandemi covid terus berlangsung, maka kemungkinan hanya 50% saja berangkat, yang tentunya akan perdampak signifikan pada semakin bertambahnya waktu untuk menunggu (waiting list).

"Saat ini saja baru 6000 per hari yang bisa melaksanakan umrah di Arab Saudi itu pun untuk warga Arab Saudi saja", sebutnya.



Belum lagi, kata Khaeroni, dipermasalahkannya petugas haji yang kurang profesional serta banyaknya jemaah yang belum mendalami hal-hal yang berkaitan dengan ibadah haji. "Itulah kenapa manasik haji sepanjang tahun ini dilaksanakan karena memang sangat bermanfaat", ucapnya.

Kakanwil Khaeroni yang pada kunjungannya kali ini didamping oleh Kebag TU dan para Kepala Bidang, mewanti-wanti agar ASN Kemenag memberikan layanan yang baik kepada tamu Allah yang akan mengunjungi Baitullah. (RZK/AB)

Penulis Andi Baly
Editor Andi Baly.