Jeneponto, HUMAS KEMENAG SULSEL - Eksistensi penyuluh agama islam merupakan mitra Kementerian Agama yang sangat strategis  dalam melakukan bimbingan penyuluhan keagamaan dan kebangsaan melalui bahasa agama dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sholeh dan moderat.



Guna memaksimalkan peran dan fungsi penyuluh agama islam itulah, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Penaiszawa) Kanwil Kemenag Prov. Sulsel  Dr. H. Kaswad Sartono, M.Ag melakukan kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS lingkup Kemenag Kab. Jeneponto dalam perspektif moderasi beragama. Sabtu, 20 Februari 2021.

Moderasi Beragama dalam paparan Kaswad merupakan cara pandang dan sikap dalam kehidupan beragama secara seimbang dan moderat, tidak ekstrim ke kanan (fundamentalisme) dan tidak juga ekstrim ke kiri (liberalisme) baik dalam memahami teks-teks agama maupun dalam mengimplementasikan nilai-nilai agama dalam aktivitas nyata.

Lebih lanjut Kaswad Sartono yang juga Ketua Tanfidziyah NU Kota Makassar itu dihadapan  80 orang Penyuluh Agama Islam yang hadir di aula Kantor Kemenag Jeneponto berharap penyuluh agama ini menjadi agent of change atau agen terdepan dalam proses perubahan dan kebaikan menuju keselamatan dan kebahagiaan dunia akhirat.

Oleh karena itu, menurut Dr.Kaswad, setiap penyuluh agama ditekankan pada komitmen peningkatan kualitas,  kapasitas dan spesifikasi sesuai keahlian dan potensi masing-masing antara lain  (1) bidang pemberantasan baca tulis Al-Qur'an, (2) bidang keluarga sakinah, (3) bidang Jaminan Produk Halal (4)  bidang zakat dan wakaf (5) bidang kerukunan umat beragama, (6) bidang deradikalisasi, (7) bidang penyalahgunaan Narkoba, dan (8) bidang moderasi beragama.

Sebagai narasumber pada kegiatan ini antara lain H. Saharuddin S.Ag M.Pd Kepala Kanmenag Kab. Jeneponto, Drs. H. Malikul Hakkul Mubin Ketua FKUB kab. Jeneponto. (Kzwd/AB)

Penulis Andi Baly
Editor Andi Baly.