Tamalanrea (Humas Makassar) - Optimalisasi zakat profesi bisa menjadi salah satu pilihan untuk membantu meringankan beban warga miskin di masa pandemi sekarang ini. Hal ini diisyaratkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, H. M. Arsyad Ambo Tuo saat menyampaikan materi dalam kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Zakat, Infaq dan Sedekah bagi Imam dan Penyuluh yang berlangsung di Masjid Muamalah BTP, Selasa (13/10/2020).

"Zakat profesi yang hanya 2,5 persen dari penghasilan yang terkumpul setiap bulan akan sangat membantu meringankan beban kaum du'afa dan fakir miskin" unggah H. M. Arsyad.

Karenanya perlu ada pergerakan yang dapat melahirkan kesadaran akan manfaat dari menunaikan zakat, agar manfaatnya dapat lebih dioptimalkan untuk sebesar-besarnya disebarkan kepada mereka yang betul-betul membutuhkan, imbuhnya.

Ditambahkan lagi, melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan kepada para imam dan penyuluh untuk bisa mengajak seluruh umat Islam yang sudah layak sebagai muzakkiy untuk menunaikan zakat, terkhusus zakat profesi melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar.


"Mengajak masyarakat muslim untuk menunaikan bukanlah pekerjaan mudah, inilah yang harus diikhtiyarkan bagaimana agar para mad'u bisa menerima dan mengamalkan ajakan amar ma'ruf dari Pak Imam maupun dari para penyuluh" himbaunya.

Semoga dengan adanya kegiatan sosialisasi zakat ini dapat menjadi bahan rujukan bagi Imam dan penyuluh untuk selanjutnya disampaikan kepada masyarakat luas yang tentu harapannya adalah semakin banyak umat Islam yang sadar akan pentingnya menunaikan zakat. Lebih penting lagi zakat profesi yang dapat dibayarkan setiap bulan akan lebih cepat penyalurannya kepada warga miskin di masa pandemi saat sekarang ini, pungkas Kakan Kemenag.

Sosialisasi penyelenggaraan zakat, infaq dan sedekah bagi imam dan penyuluh kecamatan Biringkanaya dan Tamaalnrea yang diselenggarakan oleh Baznas Kota Malassar.

Penulis Syahril
Editor Andi Baly.