Makassar, (Humas Kemenag) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Khaeroni mengapresiasi dan mendoakan khusus kepada tim Robotik Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Makassar yang akan mengikuti Kompetisi Robotik Madrasah atau Madrasah Robotic Competition (MRC) tahun 2020.

Hal tersebut disampaikan saat menerima Tim Robotik yang berjumlah 4 orang, dan didampingi oleh Kepala MTsN 1 Kota Makassar, Hj. Darmawati, Guru pembimbing, dan orang tua siswa. Rabu (18/11/2020) di ruang kerjanya.

Menurut Khaeroni, sebagai kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi ia merasa bangga dengan kreativitas siswa madrasah, dengan ide cemerlang mampu merancang dan membuat robot dengan inovasi kekinian.

Selain itu, Ia juga mensupport dan mendoakan secara khusus kiranya tim ini dapat memberikan yang terbaik, sehingga dapat mengharumkan nama baik sulsel di tingkat nasional.

Dihadapan Kakanwil yang didampingi oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, H. Masykur, siswa yang mewakili MTsN 1 Makassar ini menjelaskan, cara kerja robot yang mereka rancang.

Salah satu robot yang mereka rancang adalah robot yang bisa mendeteksi suhu tubuh dan memiliki tempat untuk penggunaan hand sanitizer otomatis. Bahkan robot itu bisa mendeteksi kapasitas jumlah orang di sebuah ruangan.

Sekedar diketahui, MRC Tahun 2020 merupakan ajang Kompetisi Robotika dan Otomasi tingkat Madrasah se-Indonesia. Mulai dari menemukan ide, merakit atau merancang, mengoperasikan hingga menemukan teknologi baru di bidang robotika dan otomasi yang dirancang memiliki manfaat bagi kehidupan manusia.


Menurut Kepala MTsN 1 Makassar, Hj. Darmawati, ada tujuh kategori lomba pada MRC 2020 ini yaitu Internet of Things, Creative, Under Water, Maze Solving, Amphibious Solar Vehicle, Line Follower Analog dan Sumo RC.

"Untuk tahun 2020 ini, kami menghadirkan lima tim. Setiap tim yang terdiri dari dua orang," ungkapnya.

Darmawati juga melaporkan bahwa di ajang yang sama di tahun 2018, MTsN 1 Makassar, pernah meraih juara 1 nasional lomba robot rancang bangun dengan mesin pendeteksi tsunami di Jakarta tahun 2018.

"Mohon doanya pak kanwil, semoga anak-anak kami bisa berhasil", ujar Darmawati sebelum meninggalkan ruang kerja kakanwil.

Penulis Arfan
Editor Arfan1.