Bone, HUMAS SULSEL ~ Pada kegiatan pembinaan ASN Kemenag Kab. Bone, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Prov. Sulawesi Selatan, Khaeroni menekankan enam poin penting yang menurutnya sedang gencar-gencarnya dibicarakan sekarang ini.

"Hal  yang sedang gencar-gencarnya dibicarakan itu adalah 1. Moderasi beragama, 2. Revitalisasi KUA, 3.Peningkatan daya saing madrasah dan pondok pesantren, 4. Peningkatan kualitas dan kuantitas zakat wakaf, 5. Peningkatan  kualitas layanan  haji melalui peningkatan kompetensi dan kapasitas penyelenggara haji, dan 6. Peningkatan kualitas dan atau pemetaan penyuluh", urai Khaeroni di Aula Kantor Kemenag Bone, Senin 19 April 2021.


Dihadapan Kakan Kemenag Bone beserta pejabat eselon empat dan para Kepala KUA se Kab. Bone, serta para Kepala Madrasah Negeri  pada semua tingkatan se Kab. Bone dan para penyuluh agama Islam, Khaeroni lebih lanjut menjabarkan poin-poin tersebut, utamanya tentang revitalisasi KUA, moderasi beragama dan peningkatan daya saing madrasah.

"Menteri Agama telah menginstruksikan untuk melakukan revitalisasi KUA, yakni selain revitalisasi bidang tata kelola, hendaknya KUA juga menjadi wadah serta memberi ruang untuk pelayanan masyarakat, kemasjidan dan memberi ruang bagi lembaga dan asosiasi pendidikan", ucapnya.

Olehnya itu, tegas Khaeroni, kiranya KUA digunakan seoptimal mungkin untuk pembangunan keagamaan di Indonesia termasuk revitalisasi penggunaan  teknologi informasi demi memudahkan pemberian layanan publik.


Selanjutnya, Kakanwil menyoroti fenomena naik daunnya madrasah yang menurutnya diakibatkan oleh adanya pemahaman bahwa lembaga-lembaga pendidikan kita saat ini cenderung dimaknai sekuler terutama sekolah umum dan karena adanya anggapan bahwa masyarakat sekarang ini haus suasana kerohanian serta adanya argumentasi bahwa ilmu harus bebas nilai termasuk bebas dari nilai-nilai religiusitas.

"Fenomena ini menjadi berkah tersendiri bagi madrasah setelah pada tahun 70an sempat tergeser oleh program sekolah inpres yang dibangun oleh pemerintah sehingga terjadi perpindahan besar-besaran siswa siswi madrasah kala itu", ujar Khaeroni menambahkan.

Kakanwil yang dikenal kerap melemparkan jok-jok ringan dalam setiap penyampaian dan ceramahnya ini kembali menegaskan pentingnya mengkampanyekan moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ditengah penduduk Indonesia yang heterogen.

"Penting bagi kita untuk terus-menerus menyuarakan dan mengkampanyekan moderasi beragama sehingga masyarakat yang berbeda keyakinan dapat tetap hidup rukun berdampingan", ujarnya.

Dikatakannya, ada 3 unsur utama atau esensi yang menjadi landasan dan syarat terciptanya moderasai beragama di Indonesia, yaitu esensi kemanusiaan dengan menghadirkan sensifitas kemanusiaan (sense of humanity) pada setiap individu, esensi kesepakatan bersama dan esensi loyalitas pada konstitusi.


Sebelumnya, Kepala Kemenag Bone, Dr.Wahyuddin Hakim yang memandu langsung jalannya kegiatan pembinaam ASN ini mengungkapkan bahwa sinergisitas tiap-tiap satker di Kemenag Bone selama ini terjalin dengan baik, begitu juga dengan kegiatan dan suasana kegamaan di Kab. Bone cukup kondusif meski masyarakatmya menganut agama dan kepercayaan yang berbeda-beda.

Pada kesempatan ini, Dr.Wahyuddin juga menyampaikan apresiasinya atas kerjasama yang telah dibangun oleh Kanwil Kemenag Sulsel dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sulsel. Bahkan ia mengklaim Kemenag Bonelah  yang pertama kali menindaklanjuti kerjasama tersebut, yang dibuktikan dengan pemberian kartu BPJS kepada  para penyuluh agama islam yang preminya dibayarkan oleh Baznas setiap bulan.


Dipenghujung kegiatan ini, Kakanwil Khaeroni bersama Ketua Baznas Kab. Bone H. Zainal Abidin didampingi Kakan Kemenag Kab. Bone menyerahkan secara simbolis kartu BPJS Kesehatan kepada 3 orang perwakilan penyuluh agama islam non PNS yang tersebar pada tiap-tiap kecamatan di Kab. Bone yang berjumlah 200 orang penyuluh. (AB)

Penulis Andi Baly
Editor Andi Baly.