Makassar, HUMAS SULSEL ~ Sebanyak 54 arsiparis se Sulawesi Selatan mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Kelola Kearsipan dan Penyusunan SKP yang digelar di aula lantai IV Gedung PHU Kanwil Kemenag Sulsel Jalan Nuri Nomor 53 Makassar, Selasa 14 September 2021.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Khaeroni didampingi Kepala Subbagian Umum dan Humas Zulkifly Hijaz serta arsiparis senior Sitti Musyawarah.


Dalam arahannya, Khaeroni mengungkapkan bahwa salah satu program prioritas Kementerian Agama adalah transformasi digital, olehnya itu ia mengimbau agar digitalisasi juga diterapkan dalam mengelola kearsipan.

Selain itu, mantan Kepala Biro Umum IAIN Salatiga ini menuturkan bahwa saat ini adalah era pemanfaatan teknologi informasi (IT), sehingga arsiparis diharapkan segera beradaptasi dan meninggalkan pola lama yang mengelola arsip secara manual dalam bentuk hard copy.

"Pemanfaatan IT adalah sebuah keniscayaan dimana arus informasi begitu massif dan cepat sehingga arsiparis dituntut mampu mengikuti perkembangan dan kemajuan IT", kata Khaeroni.

Ditambahkannya, arsiparis yang dalam tupoksiya banyak bersentuhan dengan berkas dan dokumen negara, diharapkan dapat menjaga rahasia negara jika memang ada arsip yang tidak pantas untuk diketahui masyarakat luas.


Senada dengan itu, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sulsel, Fathurrahman yang hadir sebagai salah satu pemateri pada kegiatan bimtek ini menyampaikan bahwa tahun 2022 digitalisasi kearsipan adalah suatu keharusan.

"Segala layanan akan berbasis digital, untuk itu kedepannya berkas-berkas yang ada tidak lagi diarsipkan dalam bentuk hard copy tapi soft copy. Tahun 2022 kita akan adakan peralatan penunjang di Kanwil, seperti PC dan Scanner berkecapatan tinggi", ucap Fathurrahman.

Mantan Kabid PD Pontren ini berharap program digitalisasi arsip yang akan diterapkan di Kanwil Kemenag Sulsel ini dapat dilinearkan (diikuti) oleh Kemenag kab./kota sehingga pengelolaan arsip dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

Selain berkas atau arsip, lanjut Fathurrahman, dokumen dalam bentuk video dan publikasi lainnya seperti berita mesti diarsipkan. "Kita memiliki banyak dokumen video dan pemberitaan. Ini juga mesti diarsipkan. Jangan hanya bertumpu pada arsip dalam bentuk berkas semata", imbuhnya.

Dirinya juga menyoal tentang ketiadaan tenaga arsiparis di 11 kantor Kemenag kab./kota. "Kok bisa ya. Kenapa tidak ada yang berminat jadi arsiparis padahal sudah diberi kemudahan melalui inpassing. Atau memang informasinya tidak tersosialisasi dengan baik", ujarnya dengan nada tanya.

Diakhir penyampaiannya, Fathurrahman mengungkapkan apresiasinya kepada Kasubbag Umum dan Humas Zulkifly Hijaz serta koordinator arsiparis Kanwil Kemenag Sulsel St.Musyawarah yang menginisiasi terselenggaranya bimtek ini karena menurutnya bimtek ini sebagai wadah efektif untuk meningkatkan kompetensi arsiparis.

"Kegiatan ini tentunya akan berdampak dalam menambah pengetahuan, skill, kompetensi dan wawasan teman-teman arsiparis, tetutama dalam penyusunan SKP dan cara perhitungan angka kredit", pungkasnya. (AB)

Penulis Andi Baly
Editor Andi Baly.