Makassar (Humas Sulsel) Sore Tadi tepatnya Ba'da Sholat Ashar (Selasa, 11 Mei 2021), Sejumlah Pihak dan Lembaga sudah berkumpul di Rooftop Mall GTC Tanjung Bunga Makassar guna mengikuti dan menyaksikan Proses Pematauan Hilal (Rukyatul Hilal) untuk menjadi bahan menentukan awal Bulan Syawal tahun 1442 H/2021 M.

Tampak Hadir Kakanwil Kemenag Prov. Sulsel H. Khaeroni, Kepala BMKG Wil. IV Makassar, Kepala Biro Kesra Pemprov Sulsel, Kepala Pengadilan Agama Makassar, Ketua Badan Hisab Rukyat (BHR) Prov. Sulsel, Pimpinan Ormas Keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, Sejumlah Pejabat di Lingkup Kanwil Kemenag Prov. Sulsel dan Para Awak Media, baik Cetak, elektronik maupun Online.


Baik Kepala BMKG Makassar maupun Ketua BHR Sulsel H. Abbas Padil, senada dalam Laporannya yang menjelaskan bahwa Pertanggal hari ini, Matahari Terbenam di Makassar terjadi pada pukul 17.57 Wita, dengan posisi tinggi hilal di  Makassar berada di posisi -4 05' 49" dibawah ufuq karena itu terjadi istiqmal.

maka dengan perhitungan tersebut dipastikan bahwa Posisi Hilal masih di bawah Ufuk, karenanya diprediksi tanggal 1 Syawal 1422 H Jatuh pada Hari Kamis, tanggal 13 Mei 2021 M 

Menurut kepala BMKG Wil. IV Makassar,  Posisi hari ini bulan terbenam dahulu dibanding matahari, otomatis hilal tidak kelihatan (Minus 4 derajat lebih)

Meskipun demikian, BMKG Makassar putuskan tetap akan melakukan pemantauan besok (12 Mei 2021), untuk memastikan hilal tepatnya di Pantai Galesong Kab. Takalar.


Sementara itu, Dalam Arahannya, Kakanwil Kemenag Prov. Sulsel H. Khaeroni mengapresiasi seluruh pihak yang hadir hari ini dalam rangka syiar Islam dan upaya menyatukan Visi serta Pandangan dalam penentual Awal Bulan Qamariyah yakni Bulan Syawal 1442 H.

Kegiatan Rulyatul Hilal yang digelar serentak di sejumlah lokasi strategis di seluruh Indonesia merupakan program pemerintah yang dikoordinir oleh Kementerian Agama RI, selanjutnya seluruh hasilnya langsung dilaporkan ke Kemenag RI dan menjadi bahan pada pelaksanaan Sidang Isbath yang dilaksanakan oleh sejumlah Lembaga yang berkompeten di Kantor Kemenag RI di Jakarta, Jelas Khaeroni.

Hasil Sidang Isbath itulah nantinya yang menjadi rujukan bagi Pemerintah dalam menentukan Awal Bulan Syawal yang menjadi penanda Berakhirnya Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021 M, semoga momentum ini menjadi wujud Kebersamaan demi keutuhan umat Islam, Harapnya.


Diakhir Paparannya, Kakanwil Kemenag Prov. Sulsel menghimbau kepada seluruh Umat beragama dan masyarakat Sulsel agar tetap menjaga dan menjalankan Protokol Kesehatan, sebab Pandemi Covid-19 belum Berakhir, Kewaspadaan dalam upaya mencegah penyebaran merupakan ikhtiar kita saat ini, Menjaga Kesehatan dan Keselamatan Bersama merupakan Kewajiban kita semua, seraya terus berdoa semoga Pandemi ini segera berakhir, Ungkap Kakanwil menutup sambutannya.

Kegiatan Rukyatul Hilal ini diakhiri dengan Buka Puasa dan Sholat Magrib Bersama di Lokasi Acara. (Wrd)

Penulis Mawardi, S.Ag
Editor Mawardi, S.Ag.