Makassar, HUMAS SULSEL - Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan mengumpulkan para pejabat eselon III dan IV dalam kegiatan pembinaan ASN yang dilangsungkan di Aula Lantai II Kanwil Kemenag Sulsel, Jln. Nuri No.53 Makassar, Jumat 4 Desember 2020.

Irjen Kemenag RI DR. Deni Suardini, SE.,Ak, M.M, CFRA, CA, QIA sebagai pemateri pada kegiatan ini mengutarakan maksud kunjungannya ke Sulsel, yaitu untuk melakukan pengawasan interen di lingkungan Kementerian Agama.



"Kalau hanya irjen saja, tujuan pengawasan untuk melakukan perbaikan yang berkesinambungan agak susah . Harus ada peran serta dari komponen Kemenag secara bahu membahu agar supaya fungsi pengawasan itu betul-betul melekat pada setiap individu maupun instansi secara berjenjang", urainya.

"Kita harus berkomitmen untuk menjadikan Kemenag sebagai instansi yang berkinerja tinggi dan memiliki reputasi terpercaya", tambahnya.

Irjen pemilik 7 gelar akademik ini menyampaikan pesan khusus kepada Kakanwil KH. Khaeroni yang belum genap 3 bulan menahkodai Kemenag Sulsel agar tidak terlalu bersemangat dalam melakukan rotasi pejabat seperti di Aceh dan Jawa Barat.

"Mudah-mudahan tidak ada jual beli jabatan disini. Jangan terlalu bersemangat. Begitu dilantik langsung menggeser pejabat", ucapnya disambut ger seisi aula.

Lebih lanjut ia mengungkakan bahwa menghadapi masa-masa pandemi di tatanan normal baru ini, telah terjadi perubahan lingkungan strategis yang dinamis dan penuh ambiguitas. "Tantangan ini harus dihadapi dengan responsif, antisipatif, cerdas, sigap dan tangkas dalam menghadapi perubahan", ujar Deni.

Menteri Agama, kata Irjen, terus berupaya membuat regulasi untuk menjadikan Kemenag selalu tanggap menghadapi perubahan, seperti rencana strategis (Renstra) 2020 - 2025 dan UU Nomor 18 thn 2020 yang merupakan acuan dan pedoman yang wajib diikuti sampai ke satker terkecil seperti KUA dan Madrasah

"Visi Renstra 5 tahun kedepan adalah menjadikan Kemenag instansi yang profesional dan handal dalam membangun masyarakat yang sholeh, moderat, cerdas dan unggul untuk mewujdkaan indonesia maju yang berdaulat, mandiri, berkeberanian berlandaskan gotong royong", beber Dini Suardini.

Adapun 6 misi yang dicanangkan, terang Irjen Dini Suardini adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan kualitas kesolehan umat meragama;
2. Memperkuat moderasi beragama dan kerukunan hidup beragama;
3. Meningkatkan pelayanan keagamaan yang adil dan merata;
4. Meningkatkan pelayanan pendidikan yang merata dan berkualitas;
5. Meningkatkan produktifitas dan daya saing pendidikan, serta
6. Memantapkan tata kelolah pemerintahan yg baik.

"Ini harus dipahami, diniatkan dan diimplementasikan sesuai tupoksi masing-masing tanpa terkecuali hingga satker terkecil", ujarnya.

Kakanwil Kemenag Sulsel, KH. Khaeroni yang mendampingi irjen dalam kegiatan pembinaan ASN ini memaparkan secara garis besar kondisi dan data pegawai Kemenag Sulsel yang berjumlah 9000 lebih.

Dirinya mengapresiasi dan menyambut baik kehadiran Irjen Kemenag RI ke Makassar dengan harapan para pejabat eselon III dan IV lingkup Kanwil Kemenag Sulsel akan mendapatkan arahan dan bimbingan agar kinerjanya dapat berjalan dengan baik sehingga predikat WTP dapat dipertahankan.

"Kami sangat berharap bimbingan dan arahan dari Irjen sehingga perjalanan tugas termasuk pelaksanaan anggaran dan tata kelola pemerintahan di Kemenag Sulsel bisa berjalan dengan maksimal agar tidak terjerumus pada permasalahan termasuk persoalan hukum,"ucap Khaeron.

"Saya telah menginisiasi program pendampingan yang nantinya akan melibatkan kejaksaan dan kepolisian agar pengelolaan anggaran di internal Kemenag Sulsel lebih tansparan dan akuntabel", pungkasnya.

Penulis Andi Baly
Editor Andi Baly.