Makassar, HUMAS KEMENAG SULSEL – Ketua DPRD Prov. Sulawesi Selatan, Andi Ani Kartika Sari menyatakan dukungan terhadap konsep pengembangan madrasah yang digagas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Susel KH. Khaeroni.

Pernyataan dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Kakanwil Kemenag Sulsel beserta para kepala bidang dan peneliti Melisha asal Jakarta di Rumah Jabatannya Jalan Ratulangi Makassar, Senin 22 Februari 2021.


Diketahui akhir-akhir ini KH.Khaeroni sangat intens menggaungkan 5 konsep pengembangan madrasah dan pondok pesantren yang digagasnya, dimana konsep ini oleh banyak kalangan dinilai sebagai ide brilian yang belum ada duanya di Indonesia.

Ketua DPRD Sulsel bahkan terkesima usai mendengar pemaparan peneliti Melihsa tentang 5 konsep pengembangan madrasah ala Kharoni, yaitu Madrasah Edukasi Alam, Madrasah Luar Biasa (MLB), Asrama Anak Pulau, Madrasah Program Kebahasaan dan Gerakan Sejuta Koin Wakaf Pendidikan.


"Ide ini luar biasa. Saya sebagai pimpinan di DPRD Sulsel tentu patut mengapresiasi konsep ini karena ini adalah bagian dari upaya mencerdaskan anak-anak kita di Sulsel lewat penguatan agama", ucap Ketua DPRD Sulsel. 

Selanjutnya kader Partai Golkar ini menyampaikan harapannya, kiranya program yang digelindingkan oleh Kakanwil Kemenag Sulsel ini dapat segera direalisasikan, bahkan dirinya memberi perhatian khusus untuk program MLB dan Madrasah Program Kebahasaan.

"Sangat luar biasa jika kita juga memiliki madrasah kebahasaan sehingga tidak.perlu lagi ke Kampung Inggris di Pare Kediri. Dan tentu ini bisa memberi kontribusi bagi peningkatan PAD Sulsel jika siswa-siswa dari luar juga bisa berbondong-bondong datang ke sini", jelasnya.

"Insya Allah kami atas nama pimpinan mensupport program ini, namun seperti apa bentuk support dari kami itu yang akan kita bicarakan dengan pak gubernur, karena kalau kita ingin merealisasikannya tentu ada beberapa hal yang menjadi perhatian khusus, terutama.dari segi pendanaan", ujar Andi Ani Kartika Sari menambahkan.

Menanggapi penyampaian Ketua DPRD tersebut, Kakanwil Khaeoni mengatakan bahwa ada 3 poin penting yang disampaikan Gubernur Prof Nurdin Abdullah ketika audiensi, Sabtu (20/2), yaitu Pemprov dan Kemenag Sulsel akan membentuk tim bersama, memaksimalkan dukungan Pemda dan Pemprov atas program pengembangan madrasah ini serta pelibatan pihak swasta melalui CSR.


"Adapun lahan atau lokasinya sudah ada 2 yang pasti yaitu di Kab. Sopoeng untuk Madrasah Edukasi Alam dan di Kab.Selayar untuk Asrama Anak Pulau diamana lahannya diberikan oleh bupati setempat", ungkap Khaeroni.

Sementara untuk Madrasah Luar Biasa dan Madrasah Program Kebahasaan, kata Khaeroni, rencananya akan dibangun di Kota Makassar atau Kab.Maros namun lahannya belum ada.

"Sebenarnya ada lahan di Kab.Maros yang masih atas nama Kemenag namun diambil alih kembali oleh pemprov karena gagal dibanguni MAN IC. Kami harap bu Ketua DPRD bisa membantu agar lahan ini bisa kami gunakan untuk membangun Madrasah Program Kebahasaan", pintanya.

Diakhir dialog, Ketua DPRD mengatakan bahwa  untuk merealisasikan program ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. "Tidak mudah memang tapi jika itu untuk kebaikan tidak ada yang tidak mungkin", tegasnya.

"Mudah-mudahan program pak kakanwil ini segera terealisasi dan suatu saat nanti jika pindah tempat tugas maka nama pak Kanwil akan senantiasa dikenang oleh masyarakat Sulsel", pungkasnya.

Pada audiensi ini, terlihat 5 kepala bidang yang turut mendampingi Kakanwil Kemenag Sulsel  yakni Kabid PAIS Dr.H.Rasbi, Kabid Urais H.Rappe, Kabid Penmad.H.Masykur, Kabid PHU H.Ali Yafid dan Kabid PD Pontren H.Mulyadi Idy serta Kasubag Umum dan Humas H. Zulkifly Hijaz. (AB)

Penulis Andi Baly
Editor Andi Baly.