Pangkep, HUMAS SULSEL - Kita revitalisasi madrasah. Madrasah harus diperkuat saat ini. Pembelajaran juga dengan memakai kitab kuning. Jangan kalah sama pesantren.

Demikian seruan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Sulsel, KH. Khaeroni dihadapan para guru madrasah yang menghadiri kegiatan bimbingan teknis penguatan kompetensi dalam implementasi penyusunan program dan perangkat pembelanjaran pada MAN dan MTsN Pangkep.



"Fokus saya saat ini adalah madrasah dan pesantren. Kita tidak boleh kalah dengan sekolah-sekolah islam yang menjamur saat ini dengan fasilitas yang luar biasa", tutur KH. Khaeroni

Menurutnya, madrasah dan pesantren adalah merupakan tiang utama NKRI yang selalu mengajarkan bagaimana agama hadir dalam kearifan lokal untuk mengajarkan menerima perbedaan.

"Madrasah harus punya daya saing.
Tidak perlu terbaik dari semua mata pelajaran, namun cukup fokuskan pada salah satu mata pelajaran saja yang bisa diunggulkan", pungkasnya.



Bersama Kakanwil, hadir pula Kakan Kemenag Kab. Pangkep, Dr. H. Jamaruddin, M.Ag selaku pemateri pada kegiatan yang dihelat di MAN Pangkep ini, Senin 7 Desember 2020.

Atas nama guru madrasah se Kab. Pangkep, Dr. Jamaruddin menyampaikan apesiasi dan ucapan terimakasih kepada Kakanwil Kemenag Sulsel yang berkenan hadir bersama Kabid untuk membawakan materi pada kegiatan ini.

Adapun data guru, tenaga pendidik dan siswa di MAN dan MTsN Pangkep sebagaimana disampaikan Kamad MAN Pangkep dalam laporannya adalah, Siswa 917, guru PNS 55, guru Non PNS 28, pegawai PNS 7, pegawai Non PNS 15 orang. Sedangkan di MTsN guru PNS 42, guru Non PNS 26 dan pegawai PNS 6, serta pegawai Non PNS sebayak 14 orang. (RZK/AB).

Penulis Andi Baly
Editor Andi Baly.