Sengkang, HUMAS SULSEL - Kakanwil Kemenag Sulsel, KH.Khaeroni kembali menyampaikan imbauan kepada penyuluh agama untuk meringankan beban umat di masa pandemi covid 19.

Imbauan ini ia sampaikan dalam sambutannya ketika menutup kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis subtantif penyuluh agama non PNS di wilayah kerja Kemenag Wajo yang dilaksanakan oleh Balai Diklat Keagamaan Makassar. Jumat 16 Oktober 2020.



"Kita harus membantu meringankan beban masyarakat yang saat ini sangat terbebani. Cara membantunya bukan dengan memberikan uang, tapi berdakwalah dengan hikmah wal mauizhatil hasanah dan penyampaiannya pun dengan cara yang soft (lembut)", ucap Khaeroni.


"Hindari cara-cara berdakwah yang kasar bahkan mengkafir-mengkafirkan penganut agama lain. Kurangi tensi dan diksi yang negatif serta sampaikan bahwa islam itu adalah rahmatan lil alamin", ujarnya menambahkan.

Bahkan dengan tegas KH. Khaeroni meminta untuk saling menghargai satu sama lain dan jangan memaksakan kehendak kepada orang lain.



Ia kemudian mengakhiri sambutannya dengan menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada penyuluh yang dinilainya telah memberi andil yang luar bias dalam merawat kerukunan umat beragama di Kabupaten Wajo.

Untuk diketahui bahwa kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis subtantif penyuluh agama non PNS di wilayah kerja Kemenag Wajo yang dilaksanakan di Hotel Puspa sejak tanggal 10 s.d 16 Oktober 2020 ini diikuti oleh 30 peserta dan semuanya dinyatakan lulus.

Sebagaimana yang dilaporkan oleh ketua panitia pelaksana yang juga menjabat selaku Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Wajo, HM.Subhan, bahwa kegiatan ini adalah merupakan pelatihan pertama yang diikuti oleh penyuluh non PNS dari Kemenag Wajo.

Adapun jumlah total penyuluh agama islam Kemenag Wajo menurut HM.Subhan adalah 136 orang, dengan rincian PNS 24 orang, non PNS 112 orang dan ditempatkan di 14 kecamatan.

Berikut peringkat 3 besar urutan perolah nilai peserta pada pendidikan dan pelatihan teknis subtantif penyuluh agama non PNS di wilayah Wajo, yaitu :
1. Hasan Basri, S.Pd, dengan nilai 92.30
2. Sulaiman dengan nilai 92.02, dan
3. Muwaffiq dengan nilai 92.00.

Karena semua peserta dinyatakan lulus, maka semuanya berhak mendapatkan sertifikat dari BDK Makassar. (RZK/AB)

Penulis Andi Baly
Editor Andi Baly.