Maros, (Humas Maros). - MTsN 2 Maros kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Online tahun 2020. Prestasi ditorehkan siswa atas nama Ismaul Wulandewi Putri dalam bidang studi IPS Terintegrasi dan Bilal Ramadhan untuk IPA Terintegrasi, Kamis (19/11/2020).

Dalam laman resmi Direktorat KSKK Madrasah yang dirilis malam tadi,  kedua peserta didik tersebut meraih Juara II pada bidang studinya masing-masing di tingkat Provinsi Sul-Sel.

Ismaul Wulandewi Putri  yang biasa disapa Ismaul mendapat nilai 71 terpaut satu angka di bawah peserta didik MTsN 1 Kota Makassar yang Juara I tingkat provinsi dengan raihan nilai 72.  

Juara I tingkat nasional direbut oleh peserta didik dari MTsN Samarinda, Kalimantan Timur dengan perolahan nilai 88. Hasil yang diraih oleh siswi kelas IX ini jauh lebih baik dari KSMO 2019 tahun lalu yang juara di tingkat kabupaten.

Dengan prestasi yang sama, Bilal Ramdhan juga meraih Juara II tingkat provinsi pada bidang studi IPA Terintegrasi dengan perolehan nilai 86 dan Juara I kembali diraih oleh peserta didik MTsN 1 Kota Makassar dengan jumlah nilai 95. Sementara terbaik nasional diraih oleh peserta didik dari MTsN 2 Buleleng , Bali dengan nilai  101.

Kepala MTsN 2 Maros, Abas Dg. Manambung memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru pembimbing yang telah membina mereka meski dalam kondisi yang cukup terbatas karena pandemi dan ungkapan selamat kepada kedua peserta didik atas raihan prestasi yang telah mengharumkan nama madrasah.

Abas berharap pada kompetisi berikutnya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. "Apresiasi yang tinggi saya sampaikan kepada guru pembimbing atas bimbingannya kepada anak-anak dan selamat atas Juara yang kalian peroleh, saya berharap tahun depan bisa lebih baik dari hari ini" kata Abas Dg Manambung

Salah seorang guru pembimbing, Nurcaya mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi yang diraih oleh anak bimbingannya. Namun demikian Ia  juga menuturkan bahwa dalam proses bimbingan tahun ini apa yang diberikan masih kurang maksimal karena efek pandemi covid-19. "Insya allah tahun depan di tingkatkan ke nasional karena efek pandemi bimbingan kurang maksimal" harapnya

Sementara itu, untuk bidang studi Matematika Terintegrasi yang diwakili oleh Nurfitry Ramadhani belum mendapatkan hasil yang maksimal di ajang tahunan ini.

 Ismaul yang mejadi Juara II IPS Terintegrasi  mengungkapkan rasa syukurnya atas apa yang diraih dalam kompetisi  tahun ini dan berharap bisa ikut kompetisi di ajang yang lebih tinggi pada masa yang akan datang.

 "Alhamdulillah, meski belum puas dengan hasilnya tapi harus di syukuri dan saya berharap bisa bartanding di ajang yang lebih tinggi dan bisa membawa nama baik negara" ucapnya. (dlf/hms)

Penulis Musdalfa
Editor Andi Baly.