Makassar - Sebuah madrasah luar biasa direncanakan akan dibangun di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Menurut siteplan yang dimiliki Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel, madrasah luar biasa ini akan berdiri di atas area 8 hektare dengan daya tampung 1.000 siswa.

Lokasi yang telah disiapkan adalah lahan kosong yang posisinya di sisi jalan Poris Maros-Pangkep, sekitar 15 menit dari Bandara Sultan Hasanuddin.

Madrasah yang akan menaungi siswa difabel ini terbagi dalam tingkatan Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah. Nilai proyeknya sekitar Rp 20 an milyar.

Kakanwil Kemenag Sulsel Khaeroni mengatakan, madrasah luar biasa ini kalau terealisasi nanti akan jadi yang pertama di Indonesia. Selama ini sekolah luar biasa hanya dimiliki oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. "Dengan adanya Madrasah Luar Biasa yang dinaungi Kemenag, tentunya akan memberi perhatian lebih besar pada pendidikan agama," tandasnya kemarin usai diterima oleh Bupati di Kantor Bupati Maros (Selasa,30 Maret 2021)

Pembangunan sekolah ini seluruhnya akan dibiaya negara dengan konsep sharing antara Kemenag, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten.

Pemerintah Kabupaten Maros telah menyiapkan lahan . Tanah ini awalnya disiapkan untuk Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia tetapi batal digunakan karena untuk MAN Insan Cendekia setidaknye membutuhkan lahan 10 hektare.


Madrasah khusus difabel ini akan dilengkapi dengan asrama sehingga dapat menampung siswa dari luar kota, terutama dari kepulauan. Dengan asrama, proses pembelajaran menjadi lebih terintegrasi dengan pola pengasuhan.

Khaeroni menjelaskan, Kemenag telah menyiapkan konsep dan sebagian biaya. Selain itu Pemprov Sulsel dan Pemkab Maros juga akan mengambil bagian penting. Untuk tingkat Provinsi Sulsel, pembiayaannya masih dibahas di DPRD. "Pada tahap informal parlemen setuju, bahkan Badan Anggaran juga memberikan dukungan," katanya.

Kemenag akan mendorong agar Madrasah Luar Biasa ini nantinya dapat terselenggara dalam skema pembiayaan bersubsidi sebagaimana MAN Insan Cendekia. Selama ini negara telah banyak membantu anak-anak pintar melalui berbagai program. Maka, lanjut Khaeroni, sekarang saatnya anak-anak kurang beruntung mendapat perhatian.

Madrasah Luar Biasa ini dapat dijalankan bersama-sama dengan madrasah inklusi yang saat ini sudah dikembangkan oleh Kementerian Agama. Madrasah inklusi merupakan madrasah reguler yang ditingkatkan menjadi ramah terhadap siswa difabel.

Di tengah peningkatan populasi madarash inklusi, Madrasah Luar Biasa masih dibutuhkan. Madrasah Luar Biasa akan mengafirmasi anak-anak dengan difabel secara lebih kuat.  

Madrasah ini akan disetting sedemikian rupa untuk dapat menjamin pendidikan siswa difabel, mulai guru, konstruksi bangunan, hingga cara berkomunikasi. (Mjb/Wrd)

Penulis Mawardi, S.Ag
Editor Mawardi, S.Ag.