Kasubag TU/Plt. Kasi Haji Kemenag Bone menyampaikan Khutbah Wukuf di Arafah

Mekkah, (Humas Bone) – Wukuf di Arafah merupakan puncak pelaksanaan Haji yang jatuh pada hari sabtu tanggal 9 Zulhijjah 1445 H bertepatan tanggal 15 Juni 2024. Jutaan jamaah haji dari berbagai negara berkumpul di arafah untuk melaksanakan wukuf sebagai rukun dari ibadah haji. Tak terkecuali kloter 2 bone/UPG 18 juga melaksanakan wukuf dengan suasana haru, khusyuk dan penuh kesedihan.

Acara yang dipandu  oleh H. Abustan, Pembimbing KBIHU Fatimah Azzahra membacakan susunan acara  puncak wukuf, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang menggetarkan hati oleh Qari' H. Muh. Amir salah seorang jamaa UPG 18 dari Kecamatan Sibulue, dilanjutkan  dengan sambutan  dari ketua kloter, Muh. Rafi As’ad, kemudian Khutbah wukuf disampaikan oleh H. Ahmad Yani Madjid. Setelah penyampaian khutbah dilanjutkan shalat jama' qashr dilanjutkan do'a dan istiqfar yang dipimpin langsung Drs. H. Zainal Abidin, Pembimbing KBIHU Hajar Aswad.

Muh. Rafi As’ad dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh perangkat kloter atas kerjasamanya  yang terus bersama-sama mendampingi dan melayani jamaah, serta permohonan maaf kepada seluruh jamah atas keterbatasan dan kekurangan dalam pelayanan petugas. Serta berharap agar semua jamaah kloter 18 UPG/2 Bone mendapatkan predikat haji mabrur dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat walafiat.

H. Ahmad Yani, dalam khutbahnya mengajak seluruh jamaah untuk mensyukuri kesempatan istimewa  melaksanakan rukun Islam kelima. "Hari ini kita berada di tempat dan hari yang mulia, di Padang Arafah pada Yaumul Arafah, momen yang dirindukan jutaan umat Islam untuk melaksanakan ibadah wukuf," ucapnya dengan penuh kekhusyukan.

Beliau menekankan bahwa Arafah adalah tempat yang dijanjikan Rasulullah sebagai tempat membaskan  dari api neraka, tempat dosa-dosa diampuni serta permohonan dikabulkan. Oleh karena itu, Ahmad Yani mengajak seluruh jamaah untuk banyak beristighfar, perbanyak berdo'a. Juga mengajak jamaah untuk  mengenang perjalanan Nabi Ibrahim dan keluarganya yang merupakan peletak  fondasi pelaksanaan  haji, serta mengenang perjuangan  Rasulullah SAW, dan juga mengenang jasa kedua orang tua.

Saat penyampaian khutbah wukuf, tidak sedikit jamaah mengucurkan air mata kesedihan apalagi saat khatib mengajak mengenang  perjuangan dan kesabaran  nabi ibrahim bersama keluaraga dalam membuktikan ketaatannya kepada Allah,  perjuangan raslullah serta cintanya kepada umatnya , serta perjuangan kedua orang tua serta kasih sayangnya yang tak terbatas. (Hamid)

 


Daerah LAINNYA