Kegiatan Seksi PAI Kemenag Gowa

Ketua Pokjawas PAI Sulsel : "Mengapa Guru Harus Tingkatkan Kompetensinya"

Ketua POKJAWAS PAI saat bawakan materi

Makassar (Humas Gowa). Ketua Kelompok Kerja Pengawas Pendidikan Agama Islam (Pokjawas PAI) Provinsi Sulawesi Selatan, Hasmawati membawakan materi Pentingnya Peningkatan Kompetensi bagi Guru, Jumat (17/5/2024) lalu.

Pengawas PAI Kemenag Gowa itu memulai materinya dengan mengajukan pertanyaan mengapa Guru PAI perlu meningkatkan kompetensinya, padahal guru sudah memiliki sertifikat dan sudah mendapatkan tunjangan dan sudah diakui oleh Pemerintah.

Dijelaskan olehnya, setidaknya ada 3 alasan mengapa guru harus meningkatkan kompetensinya. Pekerjaan guru merupakan salah satu profesi yang harus dikerjakan secara profesional, dimana prinsip profesionalitas ini akan mendukung ilmu pengetahuan yang berkulitas. "Jadi untuk mewujudkan profesionalitas maka guru harus terus belajar, guru harus menjadi pembelajar sejati atau belajar sepanjang hayat," papar Hasma.

"Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, sosial, budaya, menuntut guru harus belajar dan merespon segala perubahan akibat tehnologi digital," ungkapnya.

Poin ketiga yakni, karakteristik peserta didik dari generasi ke generasi mengalami perubahan karena itu guru harus memahami karakteristik peserta didik sesuai generasinya dan tidak memaksakan karakter siswa mengikuti karakter dimasanya.

ia mengutip tulisan John Stewart dengan merujuk dari publikasi populer (Abi Sujak dalam buku Mengajar Generasi Z). Yang mana pengelompokan generasi ini terbagi atas generasi Baby Boomers (1946-1964), generasi X (1965-1976), generasi Y (1977-1994), generasi Z (1995-2010) dan generasi Alva (2011-2025).

Menurut Hasma, masing-masing generasi ini punya karakteristik yang berbeda. Bda generasi beda pula karakternya. Disinilah pentingnya peningkatan kompetensi, dimana seorang guru tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan atau pengalamannya dimasa lalu ketika kuliah.

"Karenanya, hal yang paling besar dalam pendidikan adalah kemampuan guru yang harus segera merespon perubahan yang terjadi. Dimana guru sebagai ujung tombak terselenggaranya pendidikan yang sangat menentukan mutu dan kualitas peserta didik," jelas mantan ketua Pokjawas PAI Kabupaten Gowa itu.

Selanjutnya Hasmawati memaparkan regulasi terbaru terkait model kompetensi guru yang tertuang dalam peraturan direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Kemendikbudristek nomor 2626 tahun 2023. "Model kompetensi guru terbaru ini dikembangkan dengan mengacu pada standar kompetensi guru di negara lain, sehingga kedepannya para guru di Indonesia dapat memiliki kompetensi yang kompetitif secara global," tuturnya di hadapan 204 guru PAI Se-Kabupaten Gowa itu.

Hasmawati yang juga Kepala Bidang Ekstrakurikuler Kerohanian pada Pokja Pengawas Lintas Agama Provinsi Sulawesi Selatan itu juga berharap agar guru PAI sebagai corong Kementerian Agama RI selain menanamkan aqidah Islam pada diri peserta didik, juga harus menanamkan ideologi cinta tanah air. "Juga harus bisa menjaga keharmonisan bangsa sebagai kunci terciptanya toleransi dengan menginsersi nilai-nilai Moderasi Beragama pada pembelajaran PAI di sekolah," pungkasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh para guru Pendidikan Agama Islam pada Sekolah yang terbagi menjadi 2 Angkatan Forum Terpadu KKG PAI  SD, MGMP PAI SMP, MGMP PAI SMA/SMK dan Guru PAI pada TK yang berlangsung dari tanggal 17 Mei sampai tgl 19 Mei 2024 di Hotel Dempasar Makassar.(Has/OH)


Daerah LAINNYA