Serba Serbi Aktivitas di Pekan Pertama Pembelajaran Tatap Muka MTs DDI Labukkang

Aktivitas di Pekan Pertama PTM di MTs DDI Labukkang

Parepare, (Humas Parepare) - Sesuai dengan surat edaran, kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di madrasah dimulai pada hari Kamis, 12 Mei 2022. Sama halnya dengan kegiatan pembelajaran di MTs DDI Labukkang kembali seperti biasanya dimulai dengan apel pagi, salat Duha secara berjamaah kemudian memulai pembelajaran tepat pada pukul 7.30 WITA. 

Di pekan pertama tatap muka, kegiatan guru-guru begitu rupa. Mengajar di dalam kelas, kegiatan Operator PIP (Program Indonesia Pintar), kepanitiaan PPDB (Penerimaan peserta didik baru), kegiatan perwalian kelas, serta kegiatan lain yang menunjang suksesnya kegiatan belajar mengajar di madrasah.

Untuk kegiatan Operator PIP, khususnya operator PIP di tingkat MTs dan MA semua dalam keadaan sibuk, dikarenakan adanya pemberitahuan untuk mengkonfirmasi ulang data calon penerima yang datanya tidak valid di aplikasi. Jika tidak terkonfirmasi ulang dalam jangka 3 tiga hari maka calon penerima tidak bisa lagi dimasukkan menjadi nominasi calon penerima. Untuk MTs DDI Labukkang terdapat 3 tiga orang siswa yang datanya tidak valid. Sehingga harus berkonsultasi ke operator tingkat kota. “ iya, tolong diikuti saja panduan yang  ada di SIPMA, perbaiki datanya yang salah, kemudian konfirmasi ulang lagi” jelas Ziaulhak Operator tingkat kota yang dihubungi via whatsapp.

Adapun kegiatan perwalian kelas, salah satunya yaitu melayani aduan orang tua terkait vaksinasi anaknya yang saat ini duduk di bangku kelas VIII yang menganggap anaknya tidak sehat secara fisik sehingga tidak layak vaksin. Untuk menjawab keluhan tersebut, Rosnanang selaku Wali Kelas VIII merasa tidak berkompeten untuk menjawab secara langsung sehingga dia memberanikan diri berkonsultasi langsung kepada tim kesehatan di Puskesmas Madising Na Mario. 

Ditemui di kantornya, Jum’at, 13 Mei 2022, pukul 10.30 WITA, dokter Linda Iriani Raflus memberikan penjelasan langsung secara gamblang bahwa yang menentukan layak tidaknya anak divaksin adalah dokter.

“Oh iya, memang sebenarnya banyak orang tua yang menganggap anaknya sakit, sehingga tidak layak vaksin. Tapi, yang layak menentukan tidaknya itu adalah dokter, jadi sebaiknya bawa anaknya ke dokter atau layanan vaksinasi, nanti dinilai oleh dokter apakah layak atau tidak. Dan misalnya anaknya sakit, itu diobati dulu sakitnya, jadi tidak langsung diberikan surat keterangan. Nah, setelah itu, baru kita tentukan layak vaksin atau tidak,”ujar dokter Linda yang merupakan Kepala Puskesmas Madising Na Mario.(Nanang/Wn)


Daerah LAINNYA