18 Santri MA Al Badar Parepare Lolos SNBP Dan SPAN-PTKIN 2026
Kontributor
Parepare, (Kemenag Parepare) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh santri Madrasah Aliyah (MA) Al Badar. Sebanyak 18 santri kelas XII berhasil lulus pada dua jalur seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN), yakni Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) dan Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN).
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 6 santri dinyatakan
lulus melalui jalur SNBP yang diumumkan pada 31 Maret 2026. Sementara itu, 12
santri lainnya berhasil lulus melalui jalur SPAN-PTKIN yang pengumumannya
disampaikan pada 7 April 2026. Para santri tersebut diterima di berbagai
perguruan tinggi negeri, baik di dalam maupun di luar Provinsi Sulawesi
Selatan.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kualitas akademik
santri MA Al Badar yang mampu bersaing secara nasional melalui jalur seleksi
berbasis prestasi. Proses seleksi yang tidak melalui ujian tertulis ini
menitikberatkan pada nilai rapor, prestasi akademik, serta portofolio santri
selama menempuh pendidikan di madrasah.
Kepala MA Al Badar, Mahfudzah menyampaikan rasa syukur dan
bangga atas capaian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa keberhasilan para santri
merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, serta kolaborasi yang baik antara
santri, guru, dan orang tua.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas prestasi yang
diraih oleh para santri. Ini menunjukkan bahwa santri MA Al Badar memiliki
potensi dan daya saing yang tinggi di tingkat nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap capaian ini dapat menjadi motivasi
bagi seluruh santri untuk terus meningkatkan prestasi akademik maupun
non-akademik.
“Kami berharap ke depan semakin banyak santri MA Al Badar
yang dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri favorit, serta
mampu membawa nama baik madrasah di tingkat yang lebih luas,” tambahnya.
Dengan capaian ini, MA Al Badar semakin menegaskan
komitmennya dalam mencetak generasi unggul, berprestasi, dan siap bersaing di
dunia pendidikan tinggi.(Amel/Wn)