Provinsi

32 Tahun Mengabdi, Pembimas Kristen Pamit: “Tak Ada Kata Perpisahan Bagi Yang Mencintai Dengan Hati”

Foto Kontributor
Andi Baly

Kontributor

Senin, 30 Maret 2026
...

Makassar, KEMENAGSULSEL - Momen haru mewarnai apel pagi di lapangan indoor Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Selatan, Senin (30/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen Marlyn Narai berpamitan setelah 32 tahun mengabdikan diri sebagai aparatur sipil negara.

Marlyn memulai pengabdiannya pada 1994 di Manado. Dua tahun kemudian, ia pindah ke Makassar mengikuti penugasan suami dan melanjutkan kariernya di Kanwil Kemenag Sulsel hingga memasuki masa purnabakti.

“Kurang lebih 30 tahun di sini, sudah ada 12 Kepala Kantor Wilayah yang menjadi atasan saya. Artinya, saya memang sudah tua,” kata Marlyn sambil tersenyum, disambut tawa peserta apel.

Selama 13 tahun terakhir menjabat sebagai Pembimas Kristen, Marlyn mengaku masih merasa perlu banyak belajar. Ia bahkan menilai pengabdiannya dengan sederhana.

“Kalau dari skala 10, mungkin nilai saya baru 2. Mudah-mudahan sekarang sudah naik jadi 3 atau 4,” ujarnya.

Ia juga menyinggung perubahan rasa bangga terhadap institusi tempatnya bekerja. Menurutnya, kini ASN Kemenag tanpa ragu menyebut sebagai bagian dari Kementerian Agama.

“Kalau dulu kita bersuara kecil saat ditanya kerja di mana, sekarang tanpa ditanya kita bangga mengatakan: saya bekerja di Kementerian Agama,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Marlyn mengutip pernyataan Jalaluddin Rumi. “Perpisahan itu hanya untuk orang yang mencintai dengan penglihatan. Bagi yang mencintai dengan hati, tidak ada kata perpisahan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel menyampaikan apresiasi atas pengabdian Marlyn. Ia berharap meski telah purnabakti, kontribusi pemikiran dan pengalaman tetap diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang luar biasa. Meski telah purnabakti, kami tetap berharap kontribusi pemikiran dan pengalaman beliau,” ujarnya.

Ia menambahkan, Marlyn tetap menjadi bagian dari keluarga besar Kementerian Agama. “Kemenag tetap membutuhkan Ibu Marlyn,” pungkasnya.

Apel pagi itu pun menjadi penanda berakhirnya masa tugas, namun tidak dengan nilai-nilai pengabdian yang telah ditinggalkan. (AB)

Editor: Andi Baly

Terpopuler

Terbaru

Menu Aksesibilitas
Ukuran Font
Default