Bagikan 10.714 Paket Buka Puasa, TerasZAWA Kanwil Kemenag Sulsel Hadirkan Ramadhan Berdampak Untuk Umat
Kontributor
Makassar (Kemenag Sulsel) — Suasana halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan tampak berbeda pada Jumat sore (27/2/2026). Ratusan masyarakat, kaum duafa, pengemudi ojek bold, hingga warga sekitar kantor dengan tertib menunggu pembagian takjil dan makanan berbuka puasa dalam kegiatan TerasZAWA (Teras Zakat dan Wakaf), hasil kolaborasi Kanwil Kemenag Sulsel bersama FOZ Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan program Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf melalui kampanye “Tadarus Zakat Wakaf: Ramadhan Berdampak”, sekaligus wujud implementasi nyata Asta Protas Menteri Agama RI dalam pemberdayaan ekonomi umat.
Tahun ini, TerasZAWA mencatat partisipasi yang semakin luas. Sebanyak 5.804 paket disalurkan melalui kolaborasi UPZ Kanwil Kemenag Sulsel bersama FOZ Sulawesi Selatan.
Tak hanya petir di Makassar, semangat berbagi juga menggema di berbagai kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan dengan rincian sebagai berikut:
1. Pangkep – 200 paket
2. Luwu Timur – 200 paket
3. Bone – 300 paket
4. Enrekang – 200 paket
5. Luwu – 200 paket
6. Gowa – 250 paket
7. Barru – 100 paket
8. Soppeng – 300 paket
9. Tana Toraja – 250 paket
10. Jeneponto – 300 paket
11. Maros – 250 paket
12. Bulukumba – 260 paket
13. Parepare – 200 paket
14. Takalar – 200 paket
15. Bantaeng – 300 paket
16. Pinrang – 250 paket
17. Luwu Utara – 250 paket
18. Selayar – 200 paket
19. Makassar 300 Paket
20. Wajo 200 Paket
21. Sidrap 200 Paket
Sehingga total sementara paket yang telah tersalurkan mencapai *10.714 paket* di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf (Penaiszawa) Kanwil Kemenag Sulsel, H. Mulyadi Iskandar, selaku penyelenggara kegiatan, menyampaikan bahwa TerasZAWA bukan sekedar berbagi takjil, namun menjadi momentum membangun kesadaran kolektif umat tentang pentingnya zakat, infak, dan sedekah.
“TerasZAWA ini adalah ruang kolaborasi. Kami ingin memastikan bahwa zakat benar-benar hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Ini juga bagian dari penguatan tata kelola dan pemberdayaan ekonomi umat sebagaimana arahan kebijakan Kementerian Agama,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara UPZ, FOZ, BAZNAS, serta berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa ekosistem zakat di Sulawesi Selatan semakin solid dan berdampak luas.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, menegaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan Asta Protas Menteri Agama RI, khususnya pada aspek pemberdayaan ekonomi umat.
“Ramadhan harus menjadi momentum kebangkitan kepedulian sosial. Melalui TerasZAWA, kita tidak hanya berbagi makanan berbuka, tetapi juga membangun semangat gotong royong dan memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, gerakan ini diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat dan wakaf yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Kegiatan ini juga melibatkan Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan yang turut berkontribusi dalam proses persiapan dan distribusi paket berbuka, memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di bulan suci.
Di antara para penerima manfaat, tampak wajah-wajah haru dan bahagia. Salah seorang warga mengaku berterima kasih atas kepedulian yang diberikan. “Alhamdulillah, ini sangat membantu kami untuk berbuka puasa. Semoga berkah untuk semua yang berbagi,” tuturnya.
Melalui TerasZAWA, Kanwil Kemenag Sulsel menegaskan komitmennya menjadikan Ramadhan sebagai ruang kolaborasi dan aksi nyata. Dari halaman kantor yang sederhana, semangat pemberdayaan yang menyebar ke seluruh penjuru Sulawesi Selatan menghadirkan Ramadhan yang tidak hanya menenangkan, tetapi juga berdampak nyata bagi kesejahteraan umat.